Latest News

Moguicheng, Inilah Kota Iblis di Cina

Posted by beye on Sabtu, 14 Desember 2013 , under | komentar (0)





Di Cina, terdapat sebuah kota bernama Xinjian. Di kota ini, ada daerah terbengkalai yang disebut “Moguicheng” atau kota iblis (Devils’ Town). Disana ada beberapa istana / kastil kuno yang misterius.






Orang – orang setempat menyebutnya Moguicheng yang artinya kota Iblis. Moguicheng, yang merupakan padang pasir terletak di provinsi Xinjian Cina. Daerah ini merupakan daerah yang terbengkalai, tak ada satupun orang yang tinggal disini.

Disebut kota iblis karena kota ini menyimpan misteri. Jika kita berjalan pada hari yang cerah kearah kastil – kastil ditemani tiupan angin sepoi, maka kita akan mendengar alunan melodi yang menyerupai dentingan bel ataupun dawai – dawai gitar yang dipetik dengan lembut.





Namun ketika badai datang, pasir yang beterbangan membuat langit seketika menjadi gelap. Alunan melodi itu akan berubah menjadi suara auman harimau, jerit tangis bayi, suara hewan yang sedang disembelih, jeritan wanita sekarat dan pada akhirnya semua akan berubah menjadi suara teriakan, tangis, dan kemarahan.

Sampai saat ini, fenomena ini tetap jadi misteri. Tidak ada yang menguak misteri apa sebenarnya yang menyebabkan terdengarnya suara yang demikian. Mitos yang mengatakan bahwa mereka adalah suara dari hantu.


kaskus.us

Inilah Pesawat Tempur Siluman Tercanggih di Dunia

Posted by beye on , under | komentar (0)





F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet, tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen. Pesawat ini melalui masa pengembangan yang panjang, versi prototipnya diberi nama YF-22, tiga tahun sebelum secara resmi dipakai diberi nama F/A-22, dan akhirnya diberi nama F-22A ketika resmi mulai dipakai pada Desember 2005.

Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang bertanggungjawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan, dan perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense Systems memproduksi sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan perawatan.


Sejarah


Advanced Tactical Fighter (ATF) merupakan kontrak untuk demonstrasi dan program validasi yang dilakukan Angkatan Udara Amerika Serikat untuk mengembangkan sebuah generasi baru pesawat tempur superioritas udara untuk menghadapi ancaman dari luar Amerika Serikat, termasuk dikembangkannya pesawat kelas Su-27 era Soviet.

Pada tahun 1981, Angkatan Udara Amerika Serikat memetakan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebuah pesawat tempur baru yang direncanakan untuk menggantikan F-15 Eagle. ATF direncanakan untuk memadukan teknologi modern seperti logam canggih dan material komposit, sistem kontrol mutakhir, sistem penggerak bertenaga tinggi, dan teknologi pesawat siluman.

Proposal untuk kontrak ini diajukan pada tahun 1986, oleh dua tim kontraktor, yaitu Lockheed-Boeing-General Dynamics dan Northrop-McDonnell Douglas, yang terpilih pada Oktober 1986 untuk melalui fase demonstrasi dan validasi selama 50 bulan, yang akhirnya menghasilkan dua prototip, yaitu YF-22 dan YF-23.


Pesawat ini direncanakan untuk menjadi pesawat Amerika Serikat paling canggih pada awal abad ke-21, karena itu, pesawat ini merupakan pesawat tempur paling mahal, dengan harga US$120 juta per unit, atau US$361 juta per unit bila ditambahkan dengan biaya pengembangan. Pada April 2005, total biaya pengembangan program ini adalah US$70 miliar, menyebabkan jumlah pesawat yang direncanakan akan dibuat turun menjadi 438, lalu 381, dan sekarang 180, dari rencana awal 750 pesawat. Salah satu faktor penyebab pengurangan ini adalah karena F-35 Lightning II akan memiliki teknologi yang sama dengan F-22, tapi dengan harga satuan yang lebih murah.

Produksinya


F-22 versi produksi pertama kali dikirim ke Pangkalan Udara Nellis, Nevada, pada tanggal 14 Januari 2003. Pengetesan dan evaluasi terakhir dilakukan pada 27 Oktober 2004. Pada akhir 2004, sudah ada 51 Raptor yang terkirim, dengan 22 lagi dipesan pada anggaran fiskal 2004. Kehancuran versi produksi pertama kali terjadi pada 20 Desember 2004 pada saat lepas landas, sang pilot selamat setelah eject beberapa saat sebelum jatuh. Investigasi kejatuhan ini menyimpulkan bahwa interupsi tenaga saat mematikan mesin sebelum lepas landas menyebabkan kerusakan pada sistem kontrol.

Persenjataan F-22


F-22 dirancang untuk membawa peluru kendali udara ke udara yang tersimpan secara internal di dalam badan pesawat agar tidak mengganggu kemampuan silumannya. Peluncuran rudal ini didahului oleh membukanya katup persenjataan lalu rudal didorong kebawah oleh sistem hidrolik. Pesawat ini juga bisa membawa bom, misalnya Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small-Diameter Bomb (SDB) yang lebih baru. Selain penyimpanan internal, pesawat ini juga dapat membawa persenjataan pada empat titik eksternal, tetapi apabila ini dipakai akan sangat mengurangi kemampuan siluman, kecepatan, dan kelincahannya.

Untuk senjata cadangan, F-22 membawa meriam otomatis M61A2 Vulcan 20 mm yang tersimpan di bagian kanan pesawat, meriam ini membawa 480 butir peluru, dan akan habis bila ditembakkan secara terus-menerus selama sekitar lima detik. Meskipun begitu, F-22 dapat menggunakan meriam ini ketika bertarung tanpa terdeteksi, yang akan dibutuhkan ketika rudal sudah habis.

Kemampuan Siluman dari F-22

Pesawat tempur modern Barat masa kini sudah memakai fitur-fitur yang membuat mereka lebih sulit dideteksi di radar dari pesawat sebelumnya, seperti pemakaian material penyerap radar. Pada F-22, selain pemakaian material penyerap radar, bentuk dan rupa F-22 juga dirancang khusus, dan detil lain seperti cantelan pada pesawat dan helm pilot juga sudah dibuat agar lebih tersembunyi.F-22 juga dirancang untuk mengeluarkan emisi infra-merah yang lebih sulit untuk dilacak oleh peluru kendali "pencari panas".

Namun, F-22 tidak tergantung pada material penyerap radar seperti F-117 Nighthawk. Penggunaan material ini sempat memunculkan masalah karena tidak tahan cuaca buruk. Dan tidak seperti pesawat pengebom siluman B-2 Spirit yang membutuhkan hangar khusus, F-22 dapat diberikan perawatan pada hangar biasa. Selain itu, F-22 juga memiliki sistem yang bernama "Signature Assessment System", yang akan menandakan kapan jejak radar pesawat sudah tinggi, sampai akhirnya membutuhkan pembetulan dan perawatan.

Pemakaian afterburner juga membuat emisi pesawat lebih mudah ditangkap oleh radar, ini diperkirakan adalah alasan mengapa pesawat F-22 difokuskan untuk bisa memiliki kemampuan supercruise.


source

WildCat, Inilah Robot Lincah Penakluk "Cheetah"

Posted by beye on Senin, 14 Oktober 2013 , under | komentar (0)



Tahun lalu, ketika DARPA merilis video sebuah robot baru yang dirancang untuk meniru gerakan dan kecepatan dari cheetah, sebagian dari kita pasti takjub oleh kemampuan mesin itu yang dapat mengejar dan menghindar pada kecepatan hampir 30 mph.



Namun saat itu robot yang diciptakan masih harus terhubung dengan kabel-kabel sehingga operator yang menggerakkannya juga mengalami sedikit kesulitan. 

Nah, sekarang MIT spin-off Boston Dynamics telah merilis "WildCat", sekuel dari robot Cheetah. Saat ini kecepatannya baru mencapai 16 mph, namun kelebihannya adalah sang robot dapat dikendalikan sepenuhnya dengan tanpa kabel alias wireless.

Didanai oleh DARPA, WildCat menggunakan kombinasi berjalan dan berlari untuk bergerak dan mendapatkan kecepatannya. Seperti video di bawah ini menunjukkan, kemampuan Wildcat yang sangat lincah, bisa berjalan, berlari, menikung, berputar dan bahkan dengan mudahnya bangkit dari keadaan yang sedang terjatuh.


DARPA sebelumnya mengatakan bahwa Cheetah dapat digunakan untuk darurat respon, pemadam kebakaran, kemajuan pertanian dan bahkan kendaraan pengangkut saat terjadi bencana ataupun perang. Mampukah WildCat memenuhi ekspektasi untuk melebihi kemampuan Cheetah, hasilnya akan kita lihat dalam pengembangannya beberapa tahun kedepan.


Sumber :
wired.com

Panen Berlian di Atmosfer Jupiter dan Saturnus

Posted by beye on , under , | komentar (0)



Ilmuwan planet, Mona L. Delitsky dari California Specialty Engineering dan Kevin Baines dari University of Wisconsin-Madison, baru-baru ini menyimpulkan bahwa di atmosfer planet Jupiter dan Saturnus terdapat banyak sekali berlian. 

Berlian itu merupakan hasil dari unsur karbon berupa grafit yang terbentuk dari badai petir yang pernah terjadi di planet tersebut. 



Ilustrasi robot pengumpul berlian dalam buku Alien Seas. Image credit: Alien Seas

Tekanan dan suhu yang ekstrem khususnya di bagian bawah atmosfer, merubah berlian yang tadinya padat kemudian berubah wujud menjadi cair, sehingga di kedua planet itu bisa terjadi hujan berlian. Awalnya belian itu berwujud padat saat baru terbentuk dan jatuh dari bagian atas atmosfer dan semakin mendekati inti planet berlian itu pun mencair.

Sebelumnya para ilmuwan menduga bahwa berlian dalam bentuk padat mungkin ada dekat inti kedua planet itu. Namun kemudian mereka berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin sebab planet Jupiter dan Saturnus dianggap terlalu panas yang dapat melelehkan berlian. Jadi kesimpulannya berlian berwujud padat ada di bagian atas atmosfer. 

Ilmuwan planet Moda Delitsky dan Kevin Baines dalam buku mereka yang berjudul Alien Seas mereka menceritakan bahwa suatu saat nanti manusia akan membuat robot yang mampu mengumpulkan berlian dari Jupiter dan Saturnus untuk kemudian dibawa menuju ke Bumi.



Berlian. Image credit: rimanews

Secara ilmiah proses terbentuknya berlian di kedua planet itu masih belum diketahui secara detail. Tapi di Bumi berlian terbentuk secara alami ketika karbon terpendam jauh di dalam tanah sekitar 160 km kemudian tertekan oleh panas hingga 1.093 derajat Celcius dan mengalami tekanan 725.000 pound perinci persegi yang kemudian bersamaan dengan magma bergerak ke permukaan untuk kemudian mendingin dan terbentuklah berlian.

Ketika berlian sudah begitu melimpah di alam semesta kemungkinan harganya juga akan turun dan tidak akan terlalu berharga lagi.


Sumber :
astronomi.us

INILAH 5 JEMBATAN YANG TERBENTUK SECARA ALAMI

Posted by beye on Rabu, 09 Oktober 2013 , under | komentar (0)




221217_lengkungan-terindah-di-dunia_663_382
Jembatan yang ada saat ini kebanyakan dibuat oleh manusia namun apa kamu pernah berpikir jika alam ini ternyata bisa membuat jembatanya sendiri. Nah berikut ini ada beberapa jembatan megah yang terbentuk secara alami tanpa adanya campur tangan manusia, mau tahu jemabatan apa saja itu simak informasi berikut yang dikutip dari bagusseven.blogspot.com :
http://www.naturalarches.org/big9_files/FairyBridge1680.jpg 1. Xianren Bridge, China</b>

Xianren Bridge atau yang biasa dikenal juga dengan Peri Bridge adalah lengkungan alami terbesar di dunia dengan rentang seluas 400 kaki atau 120 meter. Jembatan yang terukir dari batuan kapur ini terletak sekitar 40 km sebelah barat laut Fengshan di barat laut Provinsi Guangxi, China.Peri Bridge sempat tidak diketahui keberadaannya oleh warga China. Hingga akhirnya di tahun 2009, seorang ahli geologi menemukannya melalui Google Earth. Hal ini dengan cepat dikonfirmasi oleh gambar Panoramio yang terkait dengan Google Earth, yang diambil oleh fotografer asal China. Setelah melakukan beberapa kali percobaan, akhirnya jembatan tersebut berhasil diukur pada tahun 2010.
2. Jiangzhou Immortal Bridge, China
http://www.naturalarches.org/big9_files/Jiangzhou1680.jpg 
Jembatan Yang Terbentuk Secara Alami Jiangzhou Immortal Bridge terletak sekitar 2 km sebelah timur desa Jiangzhou di Provinsi Guangxi, China. Atau sekitar 30 km sebelah selatan Fengshan. Panjang jembatan ini masih jadi kontroversi karena informasi yang didapat bertentangan dengan lengkungannya. Batas antara rentang ditempatkan sekitar 340 meter yang menjadi jembatan terpanjang ke dua di dunia.
3. Landscape Arch, USA
http://cdn.c.photoshelter.com/img-get/I0000FC2RNre4ZEs/s/850/850/20090530-catara-0297.jpg 
Jembatan Yang Terbentuk Secara Alami Terletak di bagian Taman Nasional Arches di Utah, Amerika, Landscape Arch jauh lebih tua dan hampir mendekati siklus hidup yang terakhir. Di bagian tertipis lengkungannya hanya memiliki tebal 6 kaki, namun rentang batunya mencapai 290 meter.Lengkungan ini bisa saja runtuh kapanpun dalam waktu yang tak terduga. Di tahun 1991, 73 lempengan batu tipis berjatuhan. Kejadian yang sama terulang tahun 1995. 47 kaki panjang batu.
4. Kolob Arch, USA
http://blog.newscom.com/wp-content/uploads/2013/03/kolob-arch-zion.jpg 
Jembatan Yang Terbentuk Secara Alami Kolob Arch, USA terletak di Zion National Park, Amerika Serikat. jembatan berukuran 287 meter ini terletak di pedalaman Taman Nasional Zion. Pada abad ke-20, banyak orang yang beranggapan bahwa Kolob sebenarnya adalah lengkungan batu terbesar di dunia.
5. Aloba Arch, Chad
http://morfis.files.wordpress.com/2013/02/aloba-arch-chad.jpg?w=640&h=429 
Jembatan Yang Terbentuk Secara Alami Aloba Arch adalah salah satu lengkungan batu yang paling indah di dunia. Terletak di Range Ennedi di Gurun Sahara, Aloba Arch memiliki rentang sekitar 250 meter. Lengkungan ini disebut sebagai jembatan alam tertinggi di dunia. Nah itulah beberapa jembatan yang terbentuk secara alami tanpa ada unsur campur tangan manusia dalam pembuatanya.

Inilah Tips Cara Uji Makanan yang Berbahan Pengawet

Posted by beye on Senin, 30 September 2013 , under | komentar (1)



Maraknya peredaran makanan berbahan pengawet cukup mengkhawatirkan. Apalagi bagi anak-anak yang suka jajan, hingga pengawasan orang tua semakin ketat.

Sebenarnya ada cara relatif mudah menguji apakah makanan yang Anda konsumsi berbahaya atau tidak. BPOM mengajarkan langkah praktis menguji makanan yang tidak sehat tersebut. Caranya adalah dengan menggunakan alat uji yang disebut Test Kit Boraks, Test Kit Formalin, Test Kit Methanil Yellow, dan Test Kit Rhodamin B.


  
"Test kit ini bisa dibeli di koperasi dan toko kimia kami," ujar staf sertifikasi dan layanan informasi konsumen BPOM, Ratna Dewi Napitupulu, seperti dilansir oleh detik.com.

Menurut Dewi, test kit tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 200 ribu. Test kit ini dapat digunakan 40 hingga 50 kali.

Nah, berikut cara mengujinya.

1. tes uji formalin yang terkandung dalam mi kuning. Mula-mula mi tersebut dihancurkan dan dilarutkan dengan air. Air yang digunakan adalah air putih, boleh air masak maupun air mentah.


  
Kemudian, sebanyak 1 mili liter ekstrak mi ini dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Ekstrak ini dicampur dengan pereaksi cair khusus formalin sebanyak lima tetes dan pereaksi bubuk sebanyak satu sendok kecil.

"Tabung ini dikocok-kocok, tunggu selama 5-10 menit. Kalau positif mengandung formalin, hasilnya akan berwarna keunguan," kata Dewi.

2. Tes pewarna makanan berbahaya, Rhodamin B. Kali ini yang menjadi bahan uji adalah kerupuk harum manis.



Seperti uji sebelumya, kerupuk tersebut dilarutkan dengan air, lalu larutkan sebanyak 1 mili liter dituang ke dalam tabung reaksi. Namun untuk uji rhodamin B ini pereaksinya sebanyak 3 jenis. Pereaksi pertama sebanyak 10-20 tetes, pereaksi kedua lima tetes, dan pereaksi ketiga sebanyak 10-20 tetes.

"Dibiarkan 5-10 menit. Kalau mengandung rhodamin B, akan terbentuk semacam cincin berwarna merah muda di permukaan larutan," kata dia.

3. Tes boraks 
melakukan uji sampel tahu. Tahu dilarutkan ke dalam air, lalu larutannya dituang ke dalam uji tabung reaksi.



Kemudian larutan tersebut diberi pereaksi, dicampur, dan diuji dengan kertas lakmus. Apabila positif mengandung boraks, kertas lakmus yang berwarna kuning tersebut akan berubah warna menjadi biru tua.




















Sumber:
detik.
easy4test.blogspot.com
republika.co.idMaraknya peredaran makanan berbahan pengawet cukup mengkhawatirkan. Apalagi bagi anak-anak yang suka jajan, hingga pengawasan orang tua semakin ketat.

Sebenarnya ada cara relatif mudah menguji apakah makanan yang Anda konsumsi berbahaya atau tidak. BPOM mengajarkan langkah praktis menguji makanan yang tidak sehat tersebut. Caranya adalah dengan menggunakan alat uji yang disebut Test Kit Boraks, Test Kit Formalin, Test Kit Methanil Yellow, dan Test Kit Rhodamin B.

  
"Test kit ini bisa dibeli di koperasi dan toko kimia kami," ujar staf sertifikasi dan layanan informasi konsumen BPOM, Ratna Dewi Napitupulu, seperti dilansir oleh detik.com.

Menurut Dewi, test kit tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 200 ribu. Test kit ini dapat digunakan 40 hingga 50 kali.

Nah, berikut cara mengujinya.

1. tes uji formalin yang terkandung dalam mi kuning. Mula-mula mi tersebut dihancurkan dan dilarutkan dengan air. Air yang digunakan adalah air putih, boleh air masak maupun air mentah.


  
Kemudian, sebanyak 1 mili liter ekstrak mi ini dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Ekstrak ini dicampur dengan pereaksi cair khusus formalin sebanyak lima tetes dan pereaksi bubuk sebanyak satu sendok kecil.

"Tabung ini dikocok-kocok, tunggu selama 5-10 menit. Kalau positif mengandung formalin, hasilnya akan berwarna keunguan," kata Dewi.

2. Tes pewarna makanan berbahaya, Rhodamin B. Kali ini yang menjadi bahan uji adalah kerupuk harum manis.



Seperti uji sebelumya, kerupuk tersebut dilarutkan dengan air, lalu larutkan sebanyak 1 mili liter dituang ke dalam tabung reaksi. Namun untuk uji rhodamin B ini pereaksinya sebanyak 3 jenis. Pereaksi pertama sebanyak 10-20 tetes, pereaksi kedua lima tetes, dan pereaksi ketiga sebanyak 10-20 tetes.

"Dibiarkan 5-10 menit. Kalau mengandung rhodamin B, akan terbentuk semacam cincin berwarna merah muda di permukaan larutan," kata dia.

3. Tes boraks 
melakukan uji sampel tahu. Tahu dilarutkan ke dalam air, lalu larutannya dituang ke dalam uji tabung reaksi.



Kemudian larutan tersebut diberi pereaksi, dicampur, dan diuji dengan kertas lakmus. Apabila positif mengandung boraks, kertas lakmus yang berwarna kuning tersebut akan berubah warna menjadi biru tua.


Sumber:
detik.
easy4test.blogspot.com
republika.co.idvvv

Clean Room, Inilah Ruangan Khusus Tempat Ilmuwan dan Teknisi NASA Bekerja

Posted by beye on Sabtu, 28 September 2013 , under | komentar (0)



Membuat sebuah wahana antariksa yang mampu bekerja dengan maksimal dengan kondisi lingkungan yang ekstrem dan jarak yang jauhnya berjuta-juta kilometer dari Bumi tidaklah mudah. 

Ilmuwan harus membuat wahana itu sesempurna mungkin sehingga saat diluncurkan semua instrumen bisa bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan. Sebab jika terjadi sedikit saja kesalahan, maka tidak ada cara untuk memperbaikinya dan seketika itu juga wahana antariksa dengan harga berjuta-juta dolar tersebut akan berubah menjadi sampah luar angkasa.



Ilmuwan dan teknisi NASA sedang mengerjakan pembuatan satelit STEREO dalam clean room.
Image credit: NASA

Hal itulah yang membuat para ilmuwan NASA dituntut untuk bekerja dengan tepat, teliti, dan cermat untuk menghindari kesalahan seminimal mungkin bahkan sebisa mungkin nol persen. Biasanya mereka bekerja dalam ruangan yang disebut dengan "Clean Room" atau yang biasa diterjemahkan sebagai kamar / ruang bersih atau kamar steril. 

Tidak sembarang orang bisa memasuki Clean Room tersebut. Hanya orang yang mempunyai akses khusus yang bisa masuk. Itu pun dengan syarat mereka harus menggunakan serangkaian perlengkapan seperti baju khusus, masker, penutup rambut, sepatu khusus, sarung tangan dan sebagainya. 

Bahkan tidak jarang mereka harus mandi atau disemprot dengan cairan tertentu untuk menyeterilkan diri. Itu diperlukan untuk menghindari kontaminasi dari debu, partikel kimia atau bahkan mikroba pada peralatan atau instrumen yang sedang dikerjakan.

Clean room sendiri menurut sejarah pertama kali dikembangkan oleh fisikawan Amerika, Willis Whitfield dari Sandia National Laboratories. Clean room yang dibuatnya sangat efektif. 

Udara yang masuk ke clean room terlebih dulu disaring dari partikel debu dan sebagainya kemudian secara teratur diresirkulasi melalui High Efficiency Particulate Air (HEPA) atau Ultra Low Penetration Air (ULPA) untuk menghilangkan kontaminan yang berasal dari dalam clean room. 

Terkadang dalam clean room juga dilengkapi dengan ionizers untuk mengatur kelembaban. Jika terjadi kebocoran gas dalam clean room, maka kebocoran itu langsung bisa dikeluarkan melalui saluran yang berbeda dengan saluran udara bersih. 

Peralatan yang ada dalam clean room juga harus steril sebab bisa jadi udara yang tadinya bersih menjadi tercemar akibat peralatan itu. 

Ada beberapa standar yang banyak digunakan dalam desain clean room di Amerika yakni US FED STD 209E cleanroom standards, ISO 14644-1 cleanroom standards, BS 5295 cleanroom standards, dan GMP EU classification yang mengatur tentang jumlah dan ukuran partikel yang dapat ditoleransi dalam suatu volume udara. Berikut adalah macam-macam sistem aliran udara pada clean room:



Aliran udara lurus searah pada clean room. Image credit: Rudolf Simon



Aliran udara berputar pada clean room. Image credit. Rudolf Simon


Instrumen yang perlu dikerjakan dalam clean room yakni instrumen yang sangat sensitif dengan partikel asing, seperti instrumen laboratorium, semikonduktor, bioteknologi dan sebagainya. Sebab jika instrumen itu tercemari, maka hasil yang diharapkan dari kinerja instrumen itu juga akan berbeda dan tidak sesuai dengan harapan. 

Biasanya ilmuwan NASA mengerjakan satelit, wahana pengorbit, robot, wahana penjelajah dan sebagainya dalam clean room ini. Salah satunya adalah cermin (mirror) reflektor dari teleskop James Webb. 

Sebuah cermin reflektor harus bersih dari partikel apapun agar bisa memantulkan gelombang dan sinar secara maksimal sehingga obyek yang sedang diamati bisa jelas terlihat dan data yang diproses bisa akurat.


Ilmuwan NASA memeriksa cermin reflektor teleskop James Webb yang akan dipasang.
Image credit: NASA 




Ilmuwan NASA mengerjakan pembuatan wahana MSL (mars Science Laboratory)
atau wahana crane untuk menurunkan Curiosity di Mars. Image credit: NASA 




Ilmuwan NASA sedang melakukan tes dan uji coba pada instrumen Curiosity.
Image credit: NASA


Sumber :
astronomi.us

Anechoic Chamber, Inilah Laboratorium yang Mampu Menyerap Suara

Posted by beye on Jumat, 27 September 2013 , under | komentar (0)



Anechoic Chamber milik Labotarium Orfield di Amerika mampu menyerap 99,99% suara. Para sukarelawan mulai berhalusinasi setelah beberapa saat berada didalam ruangan tersebut. Durasi terlama yang pernah dicapai seseorang untuk berdiam di dalam kamar tersebut adalah 45 menit saja.



Mampu menyerap suara terluar secara efektif dan memegang Rekor Dunia Guinness Book sebagai kamar tersunyi di dunia. Masuk, duduk dan tunggulah beberapa saat maka anda akan mulai berhalusinasi. 

Ruangan ini benar-benar sunyi senyap secara total, sehingga setelah beberapa saat telinga Anda akan beradaptasi. Semakin sunyi ruangan tempat Anda berada maka akan semakin jelas Anda mendengar sesuatu yang sebelumnya tidak pernah Anda dengar seperti suara detak jantung, suara paru-paru dan bahkan gemuruh lambung kita akan terdengar sangat jelas sekali. 

Di dalam ruangan ini Anda lah yang menjadi sumber suara, karena sumber suara yang berasal dari luar tubuh tidak akan terdengar sama sekali. Biasa digunakan oleh perusahaan multinasional untuk mengetes seberapa berisik produk-produk mereka sebelum diperjualbelikan secara bebas. Biayanya 65 Euro perjam untuk swasta dan 45 Euro perjam untuk keperluan pendidikan.















Sumber :
bukucatatan-part1.blogspot.com

Mengerikan, Telah Ditemukan Serangga Raksasa Pemakan Kura-kura

Posted by beye on Rabu, 25 September 2013 , under | komentar (0)



Siapa bilang dengan bercangkang keras kura-kura selamat dari predator, karena ternyata serangga pemakan kura-kura benar-benar ada. Setidaknya saat masih bayi, kura-kura harus waspada dengan para makhluk asing sekitarnya. 



Dalam sebuah jurnal terbaru yang dipublikasikan "Entomologi Science", Dr. Shin-ya Ohba memaparkan perilaku yang tidak biasa dan pembalikan peran saat serangga air raksasa menjadi pemangsa dan memakan kura-kura muda di selokan di wilayah Jepang tengah.

Kirkaldyia deyrolli, atau serangga air raksasa, dari keluarga Lethocerinae sering kepergok tengah menggerogoti vertebrata kecil seperti katak dan ikan, Ohba telah menangkap gambar serangga itu makan kura-kura kecil dan ular.


Ohba saat melakukan sampling pada malam hari di wilayah Jepang tengah, Hyogo barat sempat merekam gambar serangga air raksasa memangsa kura-kura di sebuah kolam. Serangga ini dikenal hanya menyerang mangsa yang bergerak. K. deyrolli merupakan serangga asli Jepang dan terdaftar dalam Badan Lingkungan Hidup Jepang sebagai spesies terancam punah.


Mereka tinggal terutama di sawah di seluruh Jepang dan memakan katak kecil dan ikan. Serangga ini dapat tumbuh hingga panjangnya mencapai 15cm dan gigitannya berbisa. Serangga raksasa ini diketahui sesekali menggigit manusia, menyebabkan nyeri seperti terbakar yang berlangsung selama beberapa jam. 


Sumber :
pikiran-rakyat.com

Related Posts with Thumbnails