Latest News

Satu Gram DNA Ternyata Dapat Menyimpan Data 2,2 juta Giga Byte

Posted by beye on Sabtu, 24 Agustus 2013 , under | komentar (0)




Tahukah Anda, satu gram DNA dapat menyimpan file hingga mencapai 2,2 juta gigabit data informasi atau berkisar 468 ribu DVD, yang mampu bertahan hingga lebih dari enam ratus tahun tanpa penulisan ulang.

Banyak ilmuwan biologi molekul sedang membicarakan tentang teknologi penyimpanan DNA. Dan memang teknologi ini masih asing bagi kita, tapi sebenarnya tidak jika kita mengerti bagaimana kapasitas penyimpanan pada tubuh manusia.


nist.gov

Bayangkan saja, sejak kita dilahirkan terus merekan dan mempelajari segala hal. Dimana semua itu tersimpan? Puluhan tahun kita hidup didunia tetap terus merekam, dan itu membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup besar, jauh lebih besar dari teknologi yang ada saat ini.

Para peneliti dari Inggris telah mengkodekan DNA dan menerjemahkan materi genetik untuk merekonstruksi informasi tertulis, baik berupa suara maupun visual. Pada tahun lalu, peneliti bioengineers Sriram Kosuri dan George Church dari Harvard Medical School menyatakan bahwa mereka telah menyimpan salinan salah satu kitab Gereja yang tersimpan di DNA, dengan kepadatan sekitar 700 terabit per gram, lebih dari enam kali lipat lebih padat daripada penyimpanan data pada hard disk komputer.

Saat ini penelitian yang dipimpin para ahli biologi molekuler, diantaranya Nick Goldman dan Ewan Birney dari European Bioinformatics Institute (EBI) berpusat di Hinxton-Inggris, penelitian mereka dirilis pada jurnal Nature, menyatakan bahwa mereka telah meningkatkan skema pengkodean DNA untuk meningkatkan kepadatan penyimpanan hingga 2,2 petabyte per gram, tiga kali lipat dari temuan sebelumnya.

Tim pertama pertama kali menerjemahkan kata-kata tertulis atau data lain ke dalam kode biner standar (0s dan 1s) dan kemudian mengkonversikannya kedalam kode trinary. Langkah berikutnya menulis ulang data string menjadi kimia DNA, seperti Gs, Cs, dan Ts. Kepadatan penyimpanan satu gram DNA mencapai 2,2 juta gigabit data informasi, atau berkisar 468 ribu DVD. Para peneliti juga menambahkan skema pengkoreksian kesalahan, beberapa kali melakukan pengkodean informasi, untuk memastikan bahwa hal itu bisa dibaca kembali dengan tingkat akurasi 100 persen.

Penjelasan diatas sama seperti yang dilakukan pada tubuh kita, setiap detik terus menulis tanpa henti, dan bisa terbaca kembali. Selain menunjukkan kemampuan penyimpanan informasi pada DNA, Goldman, Birney, dan rekannya juga meninjau kapan teknologi ini layak digunakan. Sementara Large Hadron Collider, telah menghasilkan 15 petabyte data setiap tahun, jadi kebutuhan untuk penyimpanan arsip besar saat ini berkembang pesat.

foxnews.com

Saat ini lembaga usaha dan institusi arsip data menyimpan data mereka pada pita magnetik, dan untuk menjaga data yang aman selama beberapa dekade memerlukan penulisan ulang secara berkala (pastinya ada penambahan biaya perawatan).

Sementara DNA bisa sangat stabil hingga ribuan tahun jika disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Biaya sintesis DNA sesuai dengan menulis kode dan membaca kode bisa terselesaikan dengan cepat, data sangat memungkinkan untuk diarsipkan dalam waktu 600 tahun atau lebih.

Tetapi biaya sintesis DNA menjadi bagian paling mahal hingga 100 kali lipat, dan mungkin akan mengalami penurunan sekitar 50 tahun. Biaya bukan menjadi penghalang, ketika data dituliskan ke dalam DNA maka pengguna tidak dapat mengubah atau menulis ulang, tidak seperti teknologi penyimpanan data yang ada saat ini. 

Pengguna tidak bisa mengakses setiap bagian informasi tertentu, melainkan harus mengikuti urutan penulisan yang telah diarsipkan dalam DNA. Sebagai contoh penulisan data 1,2,3,4 dan 5, pengguna harus membaca urutan dan tidak bisa melompati salah satunya.

Dari penjabaran di atas, bisa jadi orang yang punya kemampuan 'membaca' pikiran Anda hanya dengan menyentuh tangan misalnya, sebenarnya dia cuma membaca record yang pernah kita simpan sejak lahir.




Sumber:
cutpen.

Misteri Tentang Makam Genghis Khan

Posted by beye on , under | komentar (0)




Saat kematian Genghis Khan tahun 1227, tak ada yang mengetahui keberadaan makamnya. Konon, saat pemakaman dilakukan pengawalan dan membunuh siapa saja yang melintasi jalan mereka untuk menyembunyikan lokasi pemakaman.

Mereka yang membangun makam Genghis Khan juga diyakini tewas, dan salah satu sumber sejarah menyatakan bahwa 10000 penunggang kuda menginjak-injak tanah pemakaman. Ada pula yang mengatakan bahwa di lokasi pemakaman ditanami pepohonan dan sungai dialihkan.




Sejak 800 tahun kematiannya, orang-orang telah berusaha mencari makam Genghis Khan sang penakluk dunia di abad ke-13.

Kehidupan Genghis Khan merupakan legenda hingga kematiannya diselimuti mitos. Beberapa sejarawan meyakini bahwa dia meninggal karena luka akibat pertempuran, sementara beberapa orang lain berpendapat bahwa Genghis Khan jatuh dari kuda atau meninggal karena sakit.

Para ahli masih memperdebatkan keseimbangan antara fakta dan fiksi, sebagai sumber sejarah yang ditempa dan terdistorsi. Namun banyak sejarawan meyakini bahwa Genghis Khan tidak dikuburkan sendiri, penerusnya diperkirakan telah dimakamkan dengan dirinya di pemakaman yang luas, dan mungkin menyimpan harta jarahan ketika masa penaklukan.


ubpost.mongolnews.mn


Pada awal tahun 1960-an orang Jerman melakukan ekspedisi yang menemukan pecahan tembikar, paku, keramik, batu bata, dan fondasi candi di daerah gunung suci. Mereka menemukan tugu nisan, pakaian besi, panah, dan persembahan lainnya, tetapi makam sedikit yang ditemukan.

Setelah runtuhnya rezim komunis Soviet, sebuah ekspedisi yang dipimpin Jepang didanai oleh surat kabar Yomiuri Shimbun terbang dengan helikopter ke puncak gunung itu dan membuahkan hasil. Pada tahun 2001 sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Maury Kravitz, mencari daerah makam namun dilarang oleh pihak berwenang untuk memasuki gunung.

Beberapa arkeolog menyarankan bahwa ratusan tugu kecil (nisan) yang ditemukan pada tahun 1960 itu benar-benar kuburan. Tapi tim peneliti yang melakukan survei geofisika saat ini tidak menemukan adanya gambaran ilmiah dalam teori makam Genghis Khan.

Situs pemakaman Genghis Khan saat ditemukan tahun 2010

Sebuah proyek penelitian yang menggabungkan para ilmuwan Amerika dengan ulama Mongolia memiliki bukti kuat adanya lokasi situs pemakaman Genghis Khan dan pemakaman keluarga Kekaisaran Mongol di pegunungan, daerah terpencil barat laut Mongolia. 

Untuk mencapai pegunungan Khentii, tim peneliti harus melalui lintasan timur dari Ulan Bator, melewati patung Genghis Khan sebelum mencapai kota tambang Baganuur. Ritual monumen dan situs pemakaman tersebar di seluruh lanskap, para arkeolog telah menemukan makam di atas makam, di mana suku yang berbeda dari era yang berbeda telah menggunakan ruang ritual yang sama.

Artefak mangkuk porcelain berukir naga yang ditemukan di pemakaman Genghis Khan

Di laboratorium University of California-San Diego, tim peneliti menyisir volume besar melalui resolusi citra satelit dan membangun rekonstruksi 3 dimensi dari scan radar. Ribuan relawan secara online menyaring 85,000 gambar resolusi tinggi untuk mengidentifikasi struktur tersembunyi atau seperti formasi aneh.

Tim ini telah menemukan struktur besar yang dibangun pada abad ke-13 atau ke-14, di daerah yang secara historis telah dikaitkan dengan makam ini. Para ilmuwan juga menemukan berbagai artefak yang mencakup mata panah, porselen, dan berbagai bahan bangunan yang diyakini berasal dari masa kepemimpinan Genghis Khan.






Sumber:
nbcnews.
cutpen

Ingin Tahu Bagian Dalam Peluru? Lihat Galeri Foto ini

Posted by beye on Kamis, 22 Agustus 2013 , under | komentar (0)




Seperti apa bagian dalam peluru? Fotografer Austria Sabine Pearlman menunjukkannya pada kita menggunakan teknik Cross-Sections, yakni memotong setengah bagian amunisi hingga terlihat bagian dalamnya.
 

Sebagai fotografer yang mengenyam pendidikan di Otis College of Art and Design dan berdomisili di Los Angeles, California, Sabine melakukan rangkaian foto bulan Oktober 2012 lalu di sebuah bunker peninggalan Perang Dunia II di Swiss.

Pemotongan peluru dilakukan oleh seorang spesialis amunisi, dan menurut Sabine ada sekitar 900 spesimen amunisi pada proyeknya kali ini. Beberapa fotonya terlihat di bawah ini, dan bila ingin melihat lebih lengkap silahkan berkunjung ke:pearlmanphotography







Maschalismos, Inilah Ritual Pencegah Roh Gentayangan

Posted by beye on Rabu, 21 Agustus 2013 , under | komentar (0)




Dalam banyak kepercayaan, orang yang meninggal tak wajar seringkali dikaitkan dengan roh penasaran. Karena itu harus dilakukan ritual tertentu agar arwah yang gentayangan tidak mengganggu. Ritual inilah yang disebut Maschalismos, sudah adak sejak jaman Yunani kuno.

Maschalismos banyak ragamnya sesuai kepercayaan masyarakat setempat di wilayah tertentu. Salah satu metode umum dalam Maschalismos kuno adalah memotong kaki, tangan, telinga, hidung atau bagian tubuh lainnya, lalu bagian-bagian tubuh yang dipotong itu kemudian diikatkan di bawah ketiak.


Terkadang Maschalismos dikategorikan lagi sesuai penyebab kematiannya. Misalnya saja di beberapa daerah di Eropa, bila meninggal karena bunuh diri akan dikuburkan dengan tubuh terbalik.  Konon, jaman dulu lebih ekstrim. Sebelum dikubur, hatinya ditancap pancang, atau kepalanya dipotong, lalu diletakkan di antara dua kakinya. Praktek kuno ini juga masih dipraktekkan di banyak daerah di pedalaman Inggris dengan membuat kaki mayat diikat jadi satu begitu juga jari-jarinya.

Lain ladang lain belalang. Suku-suku Indian Amerika akan memotong telapak setiap orang yang tewas terkena petir. Sementara di Afrika, ritual Maschalismos dilakukan dengan  menggorok otot-otot dan sumsum tulang belakang orang mati.

Perlakuan suku Aborigin di Australia terhadap orang yang meninggal tak wajar cukup mengerikan. Tulangnya dipukul dengan tongkat hingga patah dan remuk, lalu diisi dengan batu.

Selain di Negara negara tersebut, Maschalismos juga dilakukan di banyak daerah seluruh dunia, meski dengan cara-cara berbeda. Namun intinya adalah mencegah roh orang mati itu menjadi hidup lagi atau menjadi hantu gentayangan. Bagaimana dengan Indonesia, ada yang punya cerita?





Sumber:
anehdidunia

Inilah Smartphone Tertipis Hanya Setengah Cm

Posted by beye on Selasa, 20 Agustus 2013 , under | komentar (0)



China bersiap meluncurkan smartphone Vivo X3 yang diklaim paling tipis sedunia. Tebalnya hanya setengah centimeter, bandingkan dengan Huawei Ascend P6 yang sebelumnya memegang rekor 6.2 mm.

Untuk spesifikasinya sendiri, Vivo X3 ini akan mengusung layar 5 inci dengan resolusi 1080 x 1920 piksel, prosesor quad-core 1,5GHz MediaTek MT6589T, RAM 2GB, kamera belakang 8MP, dan kamera depan 5MP.







Ke semua spesifikasi tersebut akan dibungkus dalam bodi berdimensi 143mm x 71mm x 5.7mm dan beroperasi dengan OS Android 4.2 Jelly Bean.

Dilansir PhoneArena, smartphone ini telah lulus sertifikasi. Dengan berhasilnya Vivo X3 dalam uji sertifikasi ini, diperkirakan jika pihak BBK selaku produsen akan meluncurkan smartphone ini pada 22 Agustus mendatang.












Sumber:
merdeka

Inilah Sebabnya Mengapa Kaos Sepak Bola Disebut Jersey

Posted by beye on Senin, 19 Agustus 2013 , under | komentar (0)




Sekarang kita terbiasa menyebut kaos bola dengan sebutan jersey. Memang terdengar lebih keren. Tapi mengapa? 

Rupanya kebanyakan kaos sepak bola terbuat dari kain yang bernama jersey, yakni jenis tekstil rajutan yang terbuat dari katun dan campuran sintetis. Jenis katun yang dipakai merupakan katun halus tapi lebih tebal dari spandex, serta tidak mudah berbulu.

news.sportslogos.net
 
Kain jersey digemari karena sifatnya yang fleksibel, lentur dan mudah menyerap keringat sehingga nyaman digunakan untuk berolahraga. Dan, penggunaan kain jersey tidak hanya untuk kaos sepak bola saja.

Kain jersey tersebut berasal dari pulau bernama Jersey - bagian dari kepulauan Channel, antara Inggris dan Prancis. Sebenarnya,  daerah Jersey terkenal dengan penghasil sapi jersey yang memiliki kadar lemak susu tertinggi di antara sapi perah lainnya.

Berkat penemuan kain jersey sebagai bahan dasar kaos sepak bola, pulau ini pun semakin dikenal banyak orang. 


kaskus.us

Penemuan Lampu dari Botol Air Mineral Tanpa Listrik

Posted by beye on , under | komentar (0)




Seorang mekanik Brasil, Alfredo Moser, berhasil menciptakan penerangan dalam ruang gelap tanpa bergantung pada listrik. Dia memanfaatkan botol bekas kemasan air mineral, yang diisi air bercampur pemutih khusus.

Menurut surat kabar Daily Mail, untuk setiap botol Moser memberi dua pemutih seukuran topi. Nah bagaimana sumber cahaya berasal?
bbc.co.uk
 
Moser menjelaskan cahaya memanfaatkan sinar matahari yang menyinari botol sepanjang hari. Material pemutih membantu mensterilkan air dari organisme yang berkembang pada air.

Untuk mendapatkan pasokan sinar matahari sepanjang hari, bagian atas botol dipasang menjuang di atas genteng dengan perekat khusus sehingga tetap menjulang di atas genteng.

Moser mengklaim penerangan dari botol bekas itu setara dengan bohlam berdaya 40 sampai 60 watt.

Moser sudah mengaplikasikan lampu sederhana itu sejak 2002 untuk menerangi ruangan rumahnya. Dan lampu buatannya itu bahkan sudah jamak digunakan di berbagai negara berkembang di belahan dunia, di antaranya telah dipasang pada 140 ribu rumah di Filipina maupun 15 negara lain termasuk Argentina, India dan Fiji.



Bisa Berhemat

Moser mengisahkan ide membuat penerangan sederhana muncul saat sering terjadi pemadaman listrik di Brasil pada 2002 silam. Saat itu hanya pabrik yang mendapatkan pasokan listrik.

Kondisi sulit itu membuat gerah majikan Moser, yang meminta dirinya memanfaatkan botol plastik sebagai lensa dengan bantuan sinar matahari. Dengan tangan dingin Moser, ide itu malah dikembangkan untuk menciptakan cahaya layaknya lampu.

"Ini adalah cahaya hebat. Tuhan memberi matahari dan cahaya untuk semua orang. Siapa pun ingin menghemat uang. Anda tidak mendapat aliran listrik dan tidak dikenai biaya sepeser pun," jelas Moser.
theenvironmentalist.blog.com
Meski telah diaplikasikan ke beberapa rumahan, Moser mengaku tidak langsung mendapatkan uang berlimpah. Untuk jasa pemasangan lampu buatannya di rumah warga dan supermarket lokal, ia hanya mendapatkan beberapa dolar saja.

Tapi Moser tetap bahagia, karena temuannya itu bisa membantu orang dalam berhemat.

Temuan itu diapresiasi oleh Illac Diaz Angelo, Direktur Eksekutif Yayasan MyShelter Filipina. Diaz yakin pada tahun ini lampu buatan Moser bisa dipakai lebih dari satu juta orang.







Sumber:
viva

Related Posts with Thumbnails