Latest News

Kolam Renang yang Berisi 100.000 Liter Coca Cola

Posted by beye on Sabtu, 14 Agustus 2010 , under | komentar (0)



Ketika kita masih kecil mungkin kita pernah memimpikan untuk berenang di kolam renang yang terbuat dari minuman soft drink. Sangat mengasikkan membayangkan kita bisa minum soft drink sepuasnya. Tetapi apakah impian tersebut merupakan mimpi yang "manis" ataukah mimpi buruk yang dapat menyebabkan penyakit diabetes (karena kebnayakan minum cola)

kita tidak pernah memikirkannya. Namun seiring dengan bertambahnya usia kita menjadi sadar akan realita dengan berenang di kolam soft drink ini: tentu saja semua bagian tubuh akan menjadi lengket(apakah ini menyenangkan) dan apakah jika dapat meminum soft drink sepuasnya akan benar-benar mengasikkan. Dan akhirnya kita hanya menganggap hal tersebut merupakan ide gila semata.
Namun, artis Mike Bouchet (yang mulai membuat cola sendiri pada tahun 2004) baru-baru ini mencoba untuk membuat ide gila tersebut menjadi kenyataan. Pada tanggal 4 Juli, di Twentynine Palms, California, Mike Bouchet memenuhi sebuah kolam renang milik mantan seorang penyanyi Inggris dengan 100.000 liter coca cola hasil buatannya sendiri.

Hasil kreatifitas Mike tersebut akhirnya dijadikan salah satu koleksi pameran di The Box (sebuah gallery di LA) sebagai kreatifitas yang menggunakan bahan dari cola.

http://1.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TGYup8D1ZeI/AAAAAAAAByI/1IFFEjOYRJM/s1600/f4pj8ygn.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TGYuqPt6MTI/AAAAAAAAByQ/aDucwIFkxUk/s1600/apnosesu.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TGYupN-iEFI/AAAAAAAABx4/UfDp6TU6neQ/s1600/uicvqvm4.jpg

http://2.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TGYupjrXZwI/AAAAAAAAByA/EvY5XImvfUw/s1600/m7q5kkoa.jpg

http://4.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TGYuo-R08BI/AAAAAAAABxw/dQJqWvmqyfs/s1600/vxy5iwcg.jpg

source: :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4998604

6 Mobil Jalanan tercepat Didunia 2010

Posted by beye on , under | komentar (0)



Mungkin kebanyakan dari kita hanya bisa bermimpi memiliki mobil tercepat di dunia. Seberapa cepatkah itu, seperti apa bentuknya. Berikut adalah 6 mobil tercepat di dunia 2010
Bugatti Veyron sekali lagi adalah sebagai yang tercepat.
1. Bugatti Veyron Super Sport
Kecepatan tertinggi 257,87 mph (415 km / h), 0-60 mph (0-100km / h) dalam 2,4 detik, 1200 hp (882 kW) dan torsi maksimum 1.500 Nm. Mesin: 8,0 liter dengan Quad Turbo W16. Awalnya dari Italia, sekarang dimiliki oleh Grup VAG - Jerman.





2. SSC Ultimate Aero
Kecepatan Tertinggi 256,15 mph (412,23 km / jam), 0-60 mph dalam 2,78 detik. Bertenaga 1287 hp dan torsi 1112 Nm. Mesin: 6,4 liter V8 dengan Twin Turbo. (Gambar yang tidak mutakhir, tetapi sangat dekat dengan model terbaru) Lahir di Amerika Serikat.





3. Koenigsegg CCXR Edisi Khusus
Top speed 250 mph (400 km / h), 0-60 mph dalam 2,9 detik. 910 hp dan torsi 1100 Nm. Engine: 4.7 liter V8 dengan Twin Turbo. Buatan Swedia.



4. Gumpert Apollo
Top Speed 224 mph (360 km / h), 0-60 mph dalam 3,1 detik. 650 hp dan torsi 850 Nm. Engine: 4.2 liter V8 dengan Twin Turbo. Dibuat dengan presisi jerman.





5. Pagani Zonda R
Top Speed 220 mph (350 km / h), 0-60 mph dalam 2,7 detik. 750 hp dan torsi 710 Nm. Engine: 6 liter V12. Kecantikan ala Italia dengan binatang buas di bawah kap mobil.



6. Ascari A10
Top Speed 220 mph (350 km / h), 0-60 mph dalam 2,8 detik. 625 hp dan torsi 560 Nm. Mesin: 5 liter V8, dengan gaya kental Inggris






Bonus: Marussia dari Russia.

Penuh gadget teknologi tinggi, 3.5L V6, 300 hp (dapat ditingkatkan sampai 420 hp), 0-60mph dalam 5 detik, top speed lebih dari 155mph (250 km / h), penggerak roda belakang dan 6-speed otomatis. Lihat bentuknya, sanagt mengagumkan. Mobil ini di buat untuk mrnjadikan jalanan sebagai sirkuit.





Marussia B2 adalah proyek inovatif pada penciptaan mobil "modular" dengan body yang bisa diganti. Mobil itu menunjukkan keberhasilan pada ide unik, berbagai model berdasarkan platform universal. Penciptaan body asli Marussia В2 hanya membutuhkan waktu 36 hari. Ada juga versi ekstra-light yang terbuat dari aluminium dan kevlar, sehingga memangkas bobotnya hanya menjadi 850kg saja.Wow..





Marussia B2:



source:http://www.strov.co.cc/2010/08/6-mobil-jalanan-tercepat-di-dunia-2010.html

Oradour Sur Glane, Desa Mati Bekas Perang Dunia

Posted by beye on Jumat, 13 Agustus 2010 , under | komentar (0)



Inilah salah satu desa mati paling terkenal pasca perang dunia, Oradour Sul Glane . desa kecil yang berada di Perancis ini menunjukkan kondisi yang sangat mengerikan. bagaimana tidak, kota ini bagaikan sebuah kota hantu tanpa penghuni dengan kerusakana bangunan yang parah dimana-mana.

http://4.bp.blogspot.com/_NRJcUJdyosY/SwqAgyX4BsI/AAAAAAAAAVA/kqzS8zV6EEM/s1600/Oradour+sul+glane+1.jpg

Selama Perang Dunia II, 642 penduduk kota ini dibantai oleh tentara Jerman sebagai bentuk pembalasan atas Prancis. Jerman pada waktu itu sebenarnya berniat menyerang daerah di dekat Sul Glane Oradour tapi akhirnya mereka menyerang wilayah ini pada tanggal 10 Juni 1944.

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2010/06/4-2035510910_9b32912891.jpg

Menurut kesaksian orang-orang yang selamat, penduduk laki-laki dipaksa berkumpul di dalam gudang dan tentara Jerman menembaki kaki mereka sehingga akhirnya mereka mati perlahan-lahan. Sedangkan Perempuan dan anak-anak dimasukan ke dalam gereja, mereka semua akhirnya mati ditembak ketika mereka mencoba untuk keluar dari gereja.

http://roemahku.files.wordpress.com/2008/07/a170_craco2.jpg

Desa benar-benar dihancurkan tentara Jerman pada waktu itu. Dan sampai saat ini reruntuhan kampung tersebut masih berdiri dan menjadi saksi betapa kejamnya peristiwa yang terjadi pada saat itu. 

source: http://www.tongberisi.net/2010/08/oradour-sur-glane-desa-mati-bekas.html 

Menara Masjid yang Didirikan Pertama Kali Didunia

Posted by beye on , under | komentar (0)



Menara masjid udah tau kan ?? itu lho yang biasanya paling tinggi dan ada speaker utuk pengeras adzan.. nah tahu gak sih kapan pertama kali menara itu didirikan.. berikut ulasannya..
Menara (minaret) adalah salah satu unsur arsitektural Islam yang dianggap penting pada bangunan masjid. Menara muncul dari kebutuhan pada panggilan untuk shalat. Suara muadzin dari atas menara diharapkan dapat di dengar dari jarak jauh.

Pada awal perkembangannya,
Islam belum mengenal adanya bangunan menara pada masjid. Menurut sarjana Inggris terkemuka yang mengkaji arsitektur Islam, KAC Creswell, Masjid Quba yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah tak dilengkapi dengan menara. ”Pada saat Nabi Muhammad belum dikenal menara,” ungkap Creswell.

Dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam 4: Pemikiran dan Peradaban disebutkan, semasa Rasulullah SAW hidup, panggilan untuk shalat dikumandangkan dari atap rumahnya di Madinah. Begitu pula pada era kepemimpinan Khulafa ar-Rasyidin, papar Creswell, masjid-masjid yang dibangun belum diengkapi dengan bermenara. Hanya saja ada semacam ruang kecil di puncak teras masjid sebagai tempat muadzin mengumandangkan adzan.

Lalu kapan menara masjid pertama kali dibangun? Laman
Wikipedia menyebutkan menara tersebut dibangun di Basra pada tahun 665 Masehi sewaktu pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan. Muawiyah mendukung pembangunan menara masjid untuk menyaingi menara-menara lonceng di gereja.

Namun menurut Creswell, jejak menara di dunia Islam pertama kali ditemukan di Damaskus mulai tahun 673 M. ”Menara pertama kali berdiri di samping masjid 41 tahun setelah Nabi Muhammad SAW tutup usia,” tutur Creswell. Meski begitu, beberapa sarjana mengungkapkan, di
rumah Abdullah ibnu Umar berdiri sebuah tiang. Dari atas tiang itu adzan dikumandangkan adzan sehingga bisa terdengar sampai jauh. Konon, tiang itu masih berdiri hingga abad ke-10 Hijriyah.

Menara masjid Aswan di Mesir

Sekitar tahun 703 M atau 91 H, Umar ibnu Abdul Aziz juga telah membangun empat menara di setiap sudut Masjid Nabawi. Setiap menara tingginya mencapai sembilan meter. Melalui menara itu, muadzin bisa mengumandangkan panggilan shalat. Sementara itu, Ensklopedia Britanicca menyebutkan, menara masjid tertua di dunia terdapat di
Kairouan, Tunisia yang dibangun antara tahun 724 M hingga 727 M.
Tradisi Byzantium

Versi lain menyebutkan, Khalifah Al-Walid I (705-715) dari Bani Umayyah merupakan pemimpin muslim pertama yang memasukkan unsur menara sebagai salah satu unsur khas dalam arsitektur masjid. Semasa berkuasa, Al-Walid I memang dikenal sebagai pemimpin yang punya selera dan kepedulian tinggi dalam rancang bangun arsitektur.

Tradisi membangun menara ini diawali ketika Al-Walid I memerintahkan pemugaran bekas bangunan basilika Santo John menjadi sebuah masjid besar, yang kemudian menjadi Masjid Agung Damaskus. Awalnya, pada bekas bangunan basilika tersebut terdapat dua buah menara yang berfungsi sebagai penunjuk waktu, lonceng pada siang hari dan kerlipan lampu pada malam hari.

Menara itu merupakan salah satu ciri khas bangunan Byzantium. Dalam Ensikopedia Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH) disebutkan, asal-usul menara sebagai sebuah bangunan arsitektural mungkin didasarkan pada satu ada campuran beragam sumber. Ada yang menyebutkan berasal dari menera api simbolis Zoroaster hingga menara pengawas Romawi, mercu suar pantai, hingga gereja.

Namun, terlepas dari mana asal-muasalnya, Khalifah Al-Walid I amat tertarik untuk mempertahankan kedua menara yang bertengger di basilika Santo Jhon itu. Bahkan, untuk mempertegas wibawa dan kemegahan Masjid Agung Damaskus itu, dia kemudian membangun lagi sebuah menara di sisi utara pelataran masjid (tepat di atas Gerbang al-Firdaus). Menara itu pun biasa disebut Menara Utara Masjid Damaskus.

Setahun kemudian (706 M), Khalifah Al-Walid I memutuskan memugar Masjid Nabawi di Madinah. Awalnya, masjid itu tak dilengkapi satu menara pun. Atas perintah Al-Walid I, para arsitek mulai membangun menara masjid sebagai tempat muadzin untuk mengumandangkan adzan. Bentuk menara pada Masjid Nabawi dan menara utara Masjid Damaskus sangat mirip, terutama pada ornamen kubah puncak menara yang ramping.

source: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/08/inilah-menara-mesjid-yang-pertama-kali.html 

Al Khlail, Daerah Bermagnet Bumi di Sebelah Utara Madinah

Posted by beye on , under | komentar (0)



MADINAH memiliki banyak objek wisata ziarah yang selalu ramai dikunjungi jamaah haji, seperti Makam Rasulullah di Masjid Nabawi, Bukit Uhud, Masjid Quba, dan Masjid Qiblatin. Namun, ada juga tempat wisata yang mungkin jamaah jarang mendengarnya.

TERDORONG: Mobil dengan kondisi mati bisa
terdorong jalan sendiri, jika dalam posisi searah
pengaruh medan magnet.


Tempat itu dikenal sebagai Al Khlail, sekitar 40 km utara Madinah. Tempat ini merupakan kawasan datar luas yang dikelilingi bukit-bukit. Yang istimewa, bukan karena banyaknya perbukitan yang indah, melainkan karena kawasan ini merupakan daerah bermedan magnet bumi. Dengan demikian, bila mobil datang dari arah yang menentang maka jalannya terasa berat. Sebaliknya, jika searah dengan dorongan magnet, jalannya akan sangat kencang.


Saya pertama kali mendengar cerita tentang daerah itu dari Iman, penanggung jawab operasional Katering Al Hamra. Saya langsung tertarik dan ingin mendatanginya.


Kemudian kami serombongan yang terdiri atas 10 orang menggunakan mobil station ke Al Khlail. Kebetulan rekan-rekan wartawan dari Media Center Haji (MCH) Jeddah sedang berkunjung ke Madinah, sehingga mereka juga ikut.


Jalan menuju ke sana sangat mulus dengan lebar kira-kira 15 meter untuk dua lajur. Menurut Zaini, seorang tenaga musiman haji, jalan tersebut baru dibangun setahun lalu. Dan, memang jalan itu dibangun khusus untuk menuju ke kawasan magnet bumi dan berakhir di sana.


Jalan menuju ke sana termasuk rata, melewati perkebunan kurma di kanan dan kiri jalan dengan area sepanjang 3 km. Perkebunan itu milik perusahaan kurma Al Dagal yang mendirikan pabrik di sekitar perkebunan. Pada jarak 10 km dari pusat magnet, jalan mobil terasa mulai berat. Semakin dekat semakin berat. ''Seperti ada yang menolak jalannya mobil, Pak,'' tutur Muin, sopir kami.


Dia juga mengatakan, gas sudah diinjak penuh tetapi kecepatan berkisar 100 km/jam, tak bisa lebih lagi. Padahal dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah, ketika saya mengemudi dan menginjak habis gas, mobil bisa melaju 150 km/jam di tengah terpaan angin gurun. Kali ini tak ada angin keras menerpa, Muin merasakan gas dan jalan mobil terasa berat.


Sekitar 5 km dari akhir perjalanan, Muin menghentikan mobil. Dia mematikan mesin mobil pada posisi jalan yang menurun. Tiba-tiba seperti ada yang menyedot, mobil berjalan mundur. Ini berarti, mobil berjalan ke arah jalan yang agak menanjak. Kami takjub, karena merasakan tarikan kuat ketika mobil mundur.


Kami kemudian melanjutkan perjalanan hingga di area buntu, sebuah tanah lapang yang sangat luas. Jalan aspal tadi kemudian melingkar untuk kemudian berbalik lagi ke arah kami datang. Lingkaran jalan aspal itu seakan dikepung perbukitan yang penuh batu besar dan tertata dengan bagus.


Daerah ini pada hari Kamis didatangi banyak keluarga Arab untuk berwisata. Beberapa tenda tampak terpasang di area yang ditanami pohon. Beberapa anak muda tampak berjaga di sebuah pangkalan yang menyewakan motor untuk jalan berpasir.


Kali ini Muin mengarahkan mobil ke jalan tanah dan bergelombang. Dia mematikan mesin mobil lagi. Tiba-tiba, wuuuttt .... Mobil tertarik ke belakang, bahkan bisa melewati beberapa gundukan jalan tanah.


Kami kemudian mengabadikan gambar berbagai bukit yang indah itu. ''Hei jangan lupa memasang rem tangan, nanti mobilnya jalan. Bisa-bisa kita ketabrak,'' ujar Riswati dari RRI Jakarta.

Mesin Mati

Penasaran ingin merasakan bagaimana tarikan medan magnet bumi pada mobil, saya mengambil alih kemudi dari Muin. Saya mengarahkan mobil pada posisi kami datang. Mesin kemudian saya matikan. Mobil kemudian perlahan-lahan mulai jalan sendiri.


Pada kilometer pertama, jarum penunjuk speedometer pada angka 20 km/jam dan bergerak ke 40 km/jam. Terus meningkat kecepatan, jarum penunjuk angka speedometer terus bergerak ke kanan. Ketika kecepatan 60 km/jam tercapai, rekan-rekan di belakang berteriak-teriak ramai seakan tak percaya. Sebagian lagi sibuk melongok ke speedometer dan mencatat perkembangan kecepatan mobil.


Jalan di depan saya jelas terlihat rata, bahkan beberapa tempat terlihat agak menanjak. Namun, kecepatan mobil terus bertambah. Lalu, pada kilometer kelima kecepatan mobil 110 km/jam. Saya benar-benar takjub, karena memegang kemudi dan bisa merasakan langsung daya dorong magnet bumi itu terhadap mobil. Namun, rupanya rekan di belakang ada yang tak percaya bahwa mesin mobil mati. ''Bagas, kaki kamu nginjak pedal gas kan?'' tanya Riswati.


''Enggak, nih kaki saya,'' jawab saya sambil mengangkat kedua kaki ke dashboard. Baru mereka percaya, laju mobil bukan karena dorongan mesin, melainkan dorongan magnet bumi. Mereka benar-benar heran dan berulang-ulang mengucap ''Subhanallah''.


Pada kilometer keenam sampai ke-10, laju mobil mulai berkurang. Efek magnet semakin berkurang. Kecepatan maksimal yang bisa dicapai hanya 110 km/jam.


Menurut Iman, sebenarnya jika mengendarai mobil-mobil Amerika yang lebih berat, kecepatan akan bisa lebih tinggi lagi. ''Semakin berat mobil, magnet akan semakin mendorong mobil lebih cepat.''


Penasaran ingin mengetahui perbedaan berat mobil dengan perbedaan kecepatannya, Sabtu kemarin, saya mengajak empat teman ke Al Khlail lagi. Jadi, kali ini serombongan cuma lima orang.


Dari pusat kawasan itu, saya kembali mengarahkan mobil ke arah jalan pulang. Mesin saya matikan. Mobil mulai jalan sendiri dan makin lama makin kencang.


Pada kilometer kelima, yang pada Kamis lalu kecepatan bisa menembus 110 km/jam, kali ini kecepatan maksimal yang bisa dicapai cuma 95 km/jam. Setelah itu, kecepatan semakin berkurang ketika menjauhi pusat magnet bumi. Ternyata memang terbukti, semakin ringan beban mobil semakin berkurang pula kecepatan akibat dorongan magnet tersebut. Wallahu a'lam bis-sawab.

source: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/08/al-khlail-kawasan-bermagnet-bumi.html

Related Posts with Thumbnails