Latest News

Gallium, Inilah Logam yang Bisa Mencair

Posted by beye on Sabtu, 01 Juni 2013 , under | komentar (0)




Masih ingat dengan manusia dari logam cair di film Terminatornya Arnold Schwarzenegger ? Tahukah kamu bahwa logam cair seperti itu ternyata ada di dunia ini ? Logam tersebut adalah Gallium dan memiliki beberapa sifat mengagumkan.

Apa yang membuat gallium begitu istimewa? Pertama getas logam memiliki titik leleh hanya 29,76 ° C (85,57 ° F), jadi jika Anda memegangnya di tangan Anda cukup lam, logam  itu akan menjadi cair. Cukup keren kan ?  Ada juga sifat dari logam ini yang sangat keren. Gallium mampu menyerang logam lainnya seperti contoh aluminium.  Hanya setetes galium cair mampu melemahkan struktur kaleng Coke ke titik  leleh tertentu dan Gallium dapat menembus aluminium dengan sedikit tekanan.


Pada percobaan lain, saat gallium direndam dalam asam sulfat dan larutan dikromat, galium tampak seperti jantung berdetak, karena sulfat galium yang meningkatkan tegangan permukaan. Karenanya, gallium juga dijuluki sebagai "jantung berdetak".

Keberadaan galium sudah diperkirakan oleh Dmitri Mendeleev, Penemu dari Tabel Periodik Unsur, pada tahun 1871. Meskipun belum ditemukan, kimiawan Rusia sudah meramalkan dengan akurat beberapa sifat utamanya, seperti kepadatan dan titik leleh rendah.

Namun Gallium baru ditemukan oleh ahli kimia  Prancis, Paul Emile Lecoq de Boisbaudran yang menemukan elemen langka pada tahun 1875, sambil memeriksa sampel sfalerit. Sejak saat itu, Gallium digunakan dalam temperatur tinggi di aplikasi thermometric, dan dalam penyusunan paduan dengan sifat khusus dari stabilitas dan kemudahan pencairan. Hari ini, galium terutama digunakan dalam industri semikonduktor, dan dapat ditemukan di banyak gadget dan peralatan yang kita gunakan setiap hari.

Bentuk bebas galium tidak ada di alam, tetapi diekstrak sebagai komponen jejak dalam bauksit dan untuk sebagian kecil dari sfalerit. The United States Geological Survey memperkirakan cadangan galium melebihi 1 juta.

Meskipun sementara ini Gallium logam diyakini tidak beracun, tapi beberapa sumber mengklaim kontak yang terlalu lama dapat menyebabkan gangguan kondisi kulit seperti dermatitis.










Sumber:
bagusjuga

Teka-teki Bayi Trenggiling Raksasa Lahir Tanpa Ayah

Posted by beye on Jumat, 31 Mei 2013 , under | komentar (0)



Petugas di Kebun Binatang LEO Zoological Center, Greenwich, Connecticut, Amerika Serikat, dibuat bertanya-tanya atas kelahiran bayi trenggiling raksasa (Myrmecophaga tridactyla), Archie. Sebabnya, Archie lahir dari induk bernama Armani tanpa diketahui memiliki ayah untuk proses pembuatan dirinya.



Sebelumnya, Armani memiliki pasangan bernama Alf. Dari keduanya lahir satu anak bernama Alice. Namun, karena anteater raksasa jantan memakan keturunannya sendiri, maka Armani dan Alice dipisahkan dari Alf.

Namun, sebelum keluarga kecil ini bisa disatukan kembali, Armani tanpa disangka melahirkan lagi bayi yang dinamai Archie.

Kehamilan Armani memunculkan kemungkinan adanya parthenogenesis, yakni hewan yang lahir lewat parthenogenesis tidak memiliki ayah. Embrio tumbuh dan berkembang tanpa adanya proses fertilisasi.

Meski proses ini terdengar mustahil, hal tersebut sudah biasa di dunia hewan. Menurut para pakar, proses ini bisa terjadi karena absennya kehadiran kaum pejantan.


Parthenogenesis umum terjadi di dunia invertebrata, seperti kutu air, serangga parasit, dan lebah. Juga dialami beberapa tipe hewan vertebrata seperti ikan, amfibi, bahkan burung. Meski proses parthenogenesis di masing-masing spesies ini berbeda, kesemuanya mampu menghasilkan keturunan yang sehat.

Kembali ke Archie, petugas kebun binatang di LEO yakin jika bayi anteater raksasa ini merupakan hasil dari embryonic diapause. Proses embryonic diapause memungkinkan betina sebagai induk menempatkan telur yang sudah dibuahi dalam rahim dan "menunda" perkembangannya.


Jika kondisi lingkungan tidak memungkinkan, si induk bisa mencegah bakal anaknya berkembang untuk waktu yang lama. Uniknya, proses embryonic diapause pada Archie belum pernah diteliti para pakar untuk terjadi pada spesiesnya.

Spesies terdekat dengan anteater raksasa yang mengalami embryonic diapausedan pernah diteliti adalah armadilo. Dengan demikian, Archie sebenarnya memiliki ayah untuk proses pembuatannya. Hanya saja, para petugas di LEO tidak mengetahui kapan hal tersebut terjadi. 

Sumber :
sains.kompas.com

8 Danau Berwarna Pink yang Menawan

Posted by beye on , under | komentar (0)




Ada yang masih ingat lagu KLA Project yang lariknya seperti ini, Bulan merah jambu luruh di kotamu ?... Ya, mungkin dalam lagu "Tak Bisa ke Lain Hati" terlalu puitis, bahkan sekarang terdengar lebay, sejak kapan bulan berwarna pink?

Namun, hasil kreasi alam di bumi ini ada kok yang berwarna pink, seperti 8 danau di bawah ini. Danau yang berwarna-warni, termasuk juga danau pink terjadi karena alga yang menghasilkan carotenoids (pigmen), seperti contohnya alga Dunaliella salina. Kadar garam pada danau juga ikut memengaruhi warna danau. Di bumi kita, setidaknya ada 8 lokasi yang tercatat. Kita simak daftarnya di bawah  ini.


1. Lake Hillier, Australia

Danau pink yang sangat indah ini lokasinya di Middle Island, Australia Barat. Panjangnya sekitar 600 meter.

2. Lake Retba, Senegal




Lake Retba terletak di Cap Vert peninsula, timur laut Dakar. Danau ini juga memiliki kadar garam yang sangat tinggi seperti di Laut mati.

3. Salina de Torrevieja, Spanyol

Danau pink di Spanyol ini menjadi danau garam terbesar di benua Eropa. Dengan kandungan garam yang tinggi seperti danau di Senegal dan Laut Mati di Israel, danau Salina de Torrevieja ini sering dikunjungi wisatawan. Mandi di danau ini sehat bagi kulit dan paru-paru. WHO pun mengakuinya sebagai salah satu lokasi paling sehat di Eropa.


4. Hutt Lagoon, Australia


Cukup mudah mengunjungi danau pink Hutt Lagoon ini, karena ada kota kecil Gregory yang terletak antara danau dan lautan. Danau ini cukup panjang yakni 14 km.


5. Dusty Rose Lake, Canada


Danau pink ini berlokasi di Britiash Columbia, Kanada. Yang unik, di danau ini justru tak mengandung garam sama sekali serta alga  Dunaliella salina, nyatanya tetap berwarna pink. Menurut para ahli, warna di danau ini terjadi karena komposisi unik kandungan zat pada bebatuan di dalamnya.

6. Pink Lake, Australia
Pink Lake yang satu ini juga ada di Benua Kangguru tepatnya Goldfields-Esperance, Australia Barat. Tempat ini juga sebagai reservasi burung-burung. Birdlife International menobatkannya sebagai Important Bird Area (IBA).


7. Masazirgol, Azerbaijan
Sebagai danau pink dengan kandungan garam yang sangat tinggi, Masazir Lake di Qarada raion ini dimanfaatkan oleh petani garam setempat. Diperkirakan garam yang terkandung di dalamnya sebanyak 1.735 juta ton siap untuk ditambang.




8. Field of Pink Lakes, Australia

Tampaknya Australia paling banyak memiliki danau pink di dunia. Yang terakhir ini paling unik, yaitu sekumpulan danau pink yang tersebar sehingga dijuluki ladang danau pink. Lokasinya ada di antara Esperance dan Caiguna.






Inilah Mobil Impian Para Eksekutif, Kantor Masa Depan

Posted by beye on Kamis, 30 Mei 2013 , under , | komentar (0)




Saat segala hal sekarang terhubung ke internet, pekerjaan pun bisa dilakukan di mana saja. Jam kantor konvensional 9 pagi - 5 sore sudah basi. Sekarang saatnya virtual office jadi andalan, karena kreativitas tidak ditentukan oleh waktu kerja.

Bagi  yang berprofesi di dunia online dan harus mobile ke banyak tempat, tentunya punya kendaraan impian yang bisa "memindahkan" kantor ke mana saja. Seperti apa ya kira-kira? Mungkin sebuah produk Mercedes bens S Class yang disebut Brabus iBusiness di bawah ini bisa jadi jawaban. Lihat saja dalamnya, berbagai gadget yang ditubuhkan untuk keperluan bisnis sangat lengkap, dan semuanya keluaran produk berkelas Apple. Inilah mobil impian para eksekutif di dunia maya...





Dan lihat videonya:







Sumber:
realitypod.

Misteri Tentang Penemuan Patung di Bulan

Posted by beye on Rabu, 29 Mei 2013 , under | komentar (0)




Keberadaan mahluk cerdas dari planet lain dan pernah menyumbang kecerdasan di bumi selalu jadi perdebatan. Salah satu misteri yang belum terpecahkan misalnya penemuan patung bergambar malaikat - dinamai: The Angel - di permukaan bulan.

Berita ini sempat dimuat di banyak tabloid empat tahun lalu (2009). Kabarnya, patung ini sebenarnya sudah ditemukan di reruntuhan batuan bulan yang di ambil oleh awak Apollo XI tahun 1969.
 



Nah, Sebenarnya kalangan internal NASA telah lama mengetahui tentang fakta gelap ini, namun mereka merahasiakannya dari publik, yang alasannya untuk mencegah kehebohan yang berlebihan. Rahasia ini akhirnya dibongkar setelah 40 tahun oleh Dr. Charles, seorang mantan ilmuwan NASA yang bertugas mendokumentasikan semua penemuan badan antariksa Amerika tersebut.

"Implikasi dari patung ini benar-benar membingungkan," kata Dr Charles wartawan. "Ini berarti bahwa pada satu waktu bulan memiliki suasana yang kondusif untuk kehidupan. Dan mungkin jadi rumah bagi ras canggih."

Patung The Angel berwujud wanita, dengan rambut panjang yang memiliki sayap. Hasil penelitian yang dibeberkan pada publik menyebutkan, bahwa patung ini telah berusia sekitar 200000 tahun ketika ditemukan, dan kemudian membuatnya dapat dipastikan bukanlah karya dari manusia di Bumi.

Hipotesa yang menghubungkan dengan dewa kuno bangsa Sumeria, Annunaki, dikritisi beberapa peneliti. Dr Miles Fredericks dari Universitas New York membantah, "Ini hanya propaganda kekristenan."

NASA sendiri secara resmi membantah pembongkaran file rahasia oleh Dr Charles. Hanya ada sedikit keterangan bahwa patung ini terus diteliti untuk studi lebih lanjut di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Saya juga telah berusaha menelusuri situs-situs berita dan blog-walking guna mencari perkembangan misteri ini, namun belum ada kabar terbaru yang bisa mengungkap, apakah penemuan patung ini hoax belaka, atau justru jadi bukti tambahan tentang kehidupan cerdas yang pernah hadir di bumi. Well, the truth is out there....





 



Inilah Fakta Pentingnya Baju Astronot di Ruang Angkasa

Posted by beye on Minggu, 26 Mei 2013 , under | komentar (0)




Astronot selalu mengenakan seragam warna putih. Mengapa, apakah ini warna favorit NASA? Dan, tahukah kamu pakaian tersebut berat dan tebal.

 Seperti yang kita ketahui, tempat kerja astronot adalah di luar angkasa. Di sana tidak ada atmosfer, sehingga astronot menghadapi ancaman radiasi berbahaya dari cahaya matahari. Radiasi tersebut tidak tersaring oleh atmosfer seperti ketika di bumi. Oleh sebab itu, baju astronot didesain untuk mencegah radiasi berbahaya tersebut “menjamah” tubuh astronot.

fdwallpapers.com

Setiap bahan memiliki respon tertentu terhadap radiasi. Sebagai contoh, jika suatu bahan bersifat memantulkan radiasi merah (panjang gelombang 620-750 nm) dan menyerap radiasi lainnya, maka bahan tersebut akan terlihat berwarna merah di mata kita. Prinsip yang sama berlaku untuk warna-warna lain seperti kuning (panjang gelombang 570-590 nm), hijau (panjang gelombang 495-570 nm), dan biru (panjang gelombang 450-495 nm).

Jika suatu bahan tidak memantulkan (alias menyerap) semua radiasi, maka bahan tersebut akan tampak hitam di mata kita. Itulah sebabnya, ketika kondisi gelap, warna yang tampak oleh mata kita adalah hitam, karena tidak ada radiasi cahaya yang dipantulkan ke mata kita.

Bagaimana dengan bahan berwarna putih? Radiasi cahaya apa yang dipantulkannya?

Bahan yang tampak putih di mata kita adalah bahan yang bersifat memantulkan semua radiasi. Inilah alasan digunakannya bahan berwarna putih untuk pakaian astronot. Radiasi berbahaya tidak dapat mencapai tubuh astronot karena dipantulkan kembali ke angkasa oleh bahan berwarna putih tersebut.

Pakaian berwarna putih ini juga berfungsi untuk mempertahankan tubuh astronot agar tetap hangat, karena radiasi yang dipancarkan oleh tubuh astronot itu akan terpantulkan kembali ke dalam (tidak hilang ke angkasa).


Perlengkapan yang harus ada
Selain seragam yang "harus" berwarna putih, ada lagi perlengkapan lain yang harus digunakan seorang astronot (atau kosmonot, penyebutan orang Rusia). Baju antariksa NASA yang punya nama keren extravehicular mobility unit, alias EMU ini juga dilengkapi dengan:

wallpaperhi.com

1. Helm. Berguna untuk melindungi Astronot dari sinar matahari, radiasi sinar kosmis, partikel-partikel bermuatan, dan lain sebagainya, namun para Astronot pun tetap dapat melihat dengan jelas.
 
2. Sarung tangan dan sepatu boot. Pelindung tangan dan kaki, tetapi tetap dapat bergerak bebas.
 
3. Perangkat Primary Life-Support System. Perangkat ini berguna sebagai peyediakan oksigen, pengatur tekanan udara, dan kelembaban, perngkat ini dikemas seperti tas punggung, berat.
 
4. Radio komunikasi. Kalian tahu kan ruang hampa udara yang tidak dapat menghantarkan suara? Nah, adanya radio komunikasi memungkinkan para Astonot saling berkomunikasi saat berada di luar pesawat.

 
Tebalnya pakaian antariksa
Mau tahu berapa lapisan yang ada dalam baju antariksa milik NASA ini? Wah, hitung sendiri ya! Berikut rinciannya: … …
 
hplusmagazine.com

1. Lima lapisan nylom dialuminisiumisasi, lima lapisan film mylar dialuminiumisasi, sebagai pelidung panas.

2. Nylon berlapis neoprene, sebagai pelindung dari hujan meteor dengan ukurannya yang relatif sangat kecil.

3. Lapisan struktur polyester/dacron, sebagai pelindung dari adanya perbedaan tekanan dengan lingkungan luar.

4. Lapisan kantong kemi dari nylon/poliurethan, sebagai pelindung dari keadaan luar yang hampa udara.

5. Engsel-engsel pada titik-titik persendian utama, yang memungkinkan para Astronot bergerak dalam pakaian yang berat tersebut.

6. Pembungkus tubuh yang dilengkapi dengan air dingin, hal ini memungkinkan para Astronot melakukan kerja berat, bahkan lebih dari enam jam nonstop, namun tanpa berkeringat sedikit pun.

7. Lapisan nylon tipis, yang berguna untuk membuat para Astronot merasa nyaman, dan mudah masuk dan keluar, ke dalam dan ke luar pakaian tersebut.

 
Nah, jadi kalau kita melihat Superman yang bisa terbang ke ruang angkasa tanpa mengenakan baju tambahan, atau film-film fiksi ilmiah yang juga menihilkan pentingnya seragam khusus di ruang angkasa, harus dipertanyakan lagi. Karena, tanpa pakaian khusus inilah yang akan terjadi:


1. Kamu akan pingsan dalam waktu kurang dari 15 detik, coz di sana tidak ada oksigen sama sekali.

2. Darah dan cairan tubuh akan mendidih, lalu membeku karena di luar sana tidak ada tekanan udara sama sekali. Di Bulan misalnya, suhu di sana berkisar antara 120° celcius ketika mendapat sinar matahari, dan -100° celcius saat Bulan tidak mendapatkan sinar matahari. Wah, kamu tidak akan bertahan dengan suhu sepanas dan sedingin ini!
 
3. Kamu akan kena bahaya dari radiasi sinar kosmis dan partikel-partikel bermuatan dari Matahari, belum lagi partikel-partikel kecil seperti debu dan batuan yang bergerak dalam kecepatan tinggi. Ih serem ya?! Jadi Astronot harus pakai baju antariksa!






 


Pria Ini Otaknya dioperasi Tapi Sambil Main Gitar

Posted by beye on , under | komentar (0)




Otak adalah pusat pengendali semua fungsi tubuh. Namun, apa yang terjadi kalau 'server utama' tersebut sedang diutak-atik? Baru-baru ini dilaporkan seorang musisi masih bisa memainkan gitar saat operasi berlangsung.

Brad Carter (39 tahun) didiagnosa mengidap parkinson pada 2006  hingga menyebabkan tangannya terus bergetar dan membuat dia tidak bisa bermain gitar. Maka sekarang harus menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Los Angeles, Amerika Serikat.


Operasi itu bertujuan membangkitkan aktivitas di dalam otak Carter dan memasang alat pacu otak untuk mengatasi getaran.

Setelah operasi tahap pertama selesai Carter bangun kemudian dokter memintanya memainkan gitar untuk membantu mereka meletakkan alat pemicu listrik di tempat yang benar di otaknya.

Kegiatan selama operasi bahkan dilaporkan langsung melalui Twitter dan direkam kamera. Nah, ingin lihat aksi Carter saat operasi sambil tetap genjrang-genjreng ? Lihat videonya berikut ini.







Sumber:
merdeka.

Related Posts with Thumbnails