Latest News

Kisah Nyata: Kini Saatnya Aku Menggendong Ibuku

Posted by beye on Sabtu, 06 April 2013 , under | komentar (0)




Ada sebuah foto dan vido yang menyentuh hati tersebar di internet. Foto itu menggambarkan seorang pria yang menggendong wanita lanjut usia dengan kain gendongan, seperti seorang ibu yang menggendong anaknya.

Setahun lalu, foto itu begitu mencuri perhatian dan banyak orang yang bertanya, siapa dia? Siapa yang digendongnya? Apa yang sedang mereka lakukan?
www.whatsonningbo.com
Foto tersebut rupanya adalah foto seorang pria yang sudah berusia 62 tahun dan bernama Ding Zhu Ji. Ia sedang berada di salah satu rumah sakit di China untuk mengantarkan ibunya. Sang ibu yang sudah berusia sangat tua, ringkih dan mengalami patah tulang, akhirnya digendong oleh Ding Zhu Ji ke rumah sakit. Ia melakukannya karena berpikir, dengan menggendong ibunya ke rumah sakit akan lebih cepat sampai.

Pria ini sama sekali tak menduga bahwa apa yang ia lakukan akan mencuri perhatian banyak orang. Pemandangan yang begitu menyentuh ini kemudian diabadikan oleh seseorang dalam bentuk foto yang kini beredar luas di internet. Selain itu, CCTV rumah sakit juga sempat merekam momen di mana pria ini menggendong ibunya yang nampak seperti bayi.

Sang ibu saat ini sudah berusia 85 tahun, namun Ding Zhu Ji mengisahkan bahwa ia sangat berhutang budi pada ibunya. Saat masih mengandung Ding Zhu Ji usia 6 bulan, keduanya nyaris dilempar ke laut karena sang ibu tidak sengaja menghilangkan kartu identitas naik perahu bersama prajurit Taiwan.

Banyak orang yang memohon agar ibu Ding Zhu Ji yang sedang mengandung itu tidak dilempar ke laut, hingga detik-detik menegangkan itu berubah melegakan karena ada orang yang menemukan kartu identitas mereka.

Ding Zhu Ji yang mendengar kisah itu dari ibunya menjadi semakin sayang pada wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya tersebut. Meski merupakan anak sulung, dirinyalah yang paling dekat dengan sang ibu. Bahkan hingga setua ini pun, ia masih merawat sang ibu.

Ding Zhu Ji juga merasa bersalah karena tak menjaga ibunya dengan baik sehingga mengalami patah kaki kiri. Ding Zhu Ji pernah sangat ingin membawa ibunya yang sudah menua dan mulai pikun untuk pulang dan menemui saudara di Tiongkok. Sayangnya sebelum itu sempat terjadi, sang ibu sudah kehilangan ingatannya dan hal itu membuatnya sangat menyesal.







Sumber:
anehdidunia

Ternyata Era Handphone Dimulai 40 Tahun Lalu

Posted by beye on Jumat, 05 April 2013 , under | komentar (0)




Empat puluh tahun yang lalu, tepatnya 3 April 1973, era telepon selular (ponsel) dimulai di jalanan New York City. Panggilan ponsel pertama bersejarah tersebut dilakukan oleh Martin Cooper, direktur operasi sistem untuk divisi komunikasi perusahaan Motorola, untuk rival utamanya di Bell Labs.

Martin menggambarkan panggilan telepon kepada Dr. Joel S. Engel tersebut dalam artikel The History of the Cell Phone (Sejarah Ponsel) oleh Gareth Marples.

www.itv.com


"Saat saya berjalan di jalan sambil berbicara di telepon, warga New York yang gaya tercengang melihat seseorang bisa bergerak sambil menelepon,"  tulis Martin.

"Pada 1973, belum ada telepon tanpa kabel atau ponsel. Saya membuat beberapa panggilan telepon, termasuk kepada reporter radio di New York sambil menyeberang jalan, yang barangkali salah satu hal paling berbahaya yang pernah saya lakukan dalam hidup saya."

Dalam rilis media pada 1973, Motorola menggembar-gemborkan "telepon radio genggam" baru bernama Dyna-Tac yang disebut dapat beroperasi dengan frekuensi radio dan berbicara pada sambungan telepon (konvensional) mana pun di dunia.

'Itu artinya bahwa di sebuah kota yang memiliki sistem Dyna-Tac, orang-orang dapat menelepon sambil mengendarai taksi, berjalan di jalanan, duduk di restoran atau di mana pun yang dapat dijangkau sinyal radio,' ujar John F. Mitchell, manajer divisi komunikasi Motorola.

Ponsel baru Motorola disebut 'batu bata' karena ukurannya yang mirip dengan batu bata yang digunakan untuk membangun rumah. Beratnya sekitar 1 kilogram dengan dimensi 22,86cm x 17,7cm x 4,44cm.  Pembicaraan yang dapat dilakukan relatif pendek karena lama baterai hanya 35 menit dan perlu 10 jam untuk diisi kembali.

Motorola kemudian menyempurnakan penemuan barunya itu sekitar 10 tahun kemudian saat perusahaan itu secara komersial memperkenalkan "batu bata" yang lebih tipis, Dyna-Tac 8000X pada 1983. Berat telepon ini kurang dari setengah kilogram dan dijual dengan harga US$3.995.

cellphone

Telepon Telah Berubah

​​Teknologi untuk telepon genggam telah maju pesat sejak saat itu, dengan jaringan selular yang lebih besar dan lebih canggih, dan telepon-telepon sendiri telah berevolusi menjadi smartphones yang multifungsi dan menyediakan akses Internet dan fitur-fitur lain seperti kamera, pemutar musik dan video.

Jumlah pengguna telepon genggam melonjak dari 340.213 pada 1985, menurut organisasi perdagangan CTIA, the Wireless Association, menjadi lebih dari enam miliar saat ini, menurut sebuah laporan telekom yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa Oktober lalu.

Saat ini, semakin banyak orang yang tidak lagi menggunakan layanan telepon darat dan hanya menggunakan telepon genggam mereka sebagai satu-satunya bentuk komunikasi telepon. Di sejumlah negara berkembang yang tidak memiliki infrastruktur telepon darat, perusahaan komunikasi tidak lagi repot-repot membangun sistem darat yang rumit dan mahal, tapi langsung berinvestasi dan membangun sistem telepon selular atau telepon genggam yang masif.





 



Sumber:
memobee

Kedutan Waktu dan Kembali Ke Masa Lampau Sesaat

Posted by beye on , under | komentar (0)




Tanggal 4 Agustus 1951, fajar belum lagi menyingsing. Laut bergemuruh oleh derai ombak yang menghantam karang di kawasan pesisir Puys, Prancis.

Subuh yang tenang dan damai. Namun hari itu berubah menjadi pengalaman menakutkan bagi dua turis perempuan asal Inggris yang sedang berlibur di Puys.
 

Puys, sebuah desa tepi pantai dekat pelabuhan Dieppe di Normandy, Prancis menjadi lokasi wisata alternatif dengan pemandangan pantai, beting, dan tebing karang. Romantis untuk sebagian orang yang suka laut. Hal ini yang mendorong dua turis perempuan itu memilih Puys sebagai tempat liburan musim gugur. Namun pengalaman liburan itu menjadi kenangan tak terlupakan bagi mereka.

Subuh hari itu, kedua turis perempuan itu terbangun oleh gaduhnya suara tembakan gencar. Suara itu semakin menguat dengan rentetan tembakan yang semakin gencar disusul jeritan dan tangisan yang sangat kacau, lalu terdengar dengung sejumlah pesawat pembom, ledakan bom, tembakan mortir dan tembakan, teriakan… Keduanya kaget bukan kepalang. Mereka kini seolah berada di tengah kancah pertempuran hebat.

Suara demi suara pertempuran itu tetap menggema dan terdengar jelas oleh mereka. Namun mereka tak berani bergeming keluar dari kamarnya. Hanya tiarap dan bersembunyi ketakutan di sudut kamar. Tubuh menggigil akibat suara tembakan dan ledakan yang kadang terdengar sangat dekat, atau suara-suara perintah khas militer dalam bahasa Inggris dan Jerman, jeritan kesakitan, dan isak tangis.

Selama kurang lebih tiga jam mereka mendengar jelas semua suara pertempuran di luar sana. Sampai akhirnya suara-suara mengerikan itu semakin samar… samar… dan hilang! Debur gelombang menghantam karang sayup kembali terdengar. Fajar sudah menyingsing.

Setelah menenangkan diri, keduanya kemudian memberanikan diri keluar kamar. Dengan takut-takut mereka mengintip keluar jendela. Pemandangan di luar sana normal. Tak ada bekas pertempuran baru sama sekali. Hanya rumah, karang, pantai, pepohonan… suasana hariandi Puys.

Keduanya kemudian bertanya-tanya kepada beberapa orang yang berada di dekat sana, apakah mereka mendengar suara pertempuran barusan? Semua hanya menggeleng dengan wajah bingung. Tak ada kegaduhan apapun apalagi suara tembakan dan ledakan bom. Apakah ini mesin waktu?

 
Mesin waktu

Seorang penduduk lokal yang agak tua mengatakan tak ada pertempuran baru di Normandia setelah D-Day “Operation Overlord” (1945) dan Operation Jubilee (1942). Sang kakek menjelaskan bahwa Pelabuhan Dieppe, Puys and Pourville merupakan titik pendaratan pasukan gabungan Sekutu (Inggris, Kanada, AS dan Polandia) dalam Operation Jubille 19 Agustus 1942.

Lantas, apakah yang sebenarnya terjadi? Kedua turis Inggris itu tak mengerti. Mereka sangat yakin bahwa apa yang mereka dengar adalah sebuah pertempuran yang bahkan seolah bisa mereka lihat. Dalam kebingungan, mereka kemudian membuat laporan ke otoritas setempat mengenai fenomena tersebut. Mulanya laporan itu diabaikan, namun akhirnya sebuah lembaga khusus di Inggris tertarik akan hal tersebut.

 
Detail yang Mencengangkan
 
British Society of Psychical Research lah yang kemudian melakukan riset dan penelitian terhadap fenomena tersebut. Mereka sangat yakin bahwa apa yang dialami dua turis perempuan Inggris itu adalah bagian dari misteri alam yang tidak terpecahkan.

Namun mereka punya asumsi, kemungkinan keduanya telah terjebak dalam “kedutan waktu”. Suatu fenomena terbukanya semacam portal energi di suatu tempat yang memungkinkan orang bisa merasakan apa yang telah terjadi di masa lalu. Benarkah?
 

Mungkin saja benar. Karena penelitian terhadap laporan perempuan itu memang menunjukkan kesamaan peristiwa dengan kejadian nyata di Puys dalam gelar Operation Jubilee, yaitu operasi tempur pendaratan Sekutu di Normandia untuk memukul Jerman yang bercokol di Prancis pada 19 Agustus 1942. Operasi itu gagal dan kemudian menjadi bahan pertimbangan penting untuk gelar operasi tempur berikutnya “Operation Overlord” D-Day 6 Juni 1945 yang sukses mengalahkan dominasi Jerman di Prancis.

Bukti-bukti kebenaran akurasi cerita kedua turis itu dibuktikan dengan kros cek terhadap arsip data rahasia militer yang tidak pernah dipublikasikan. Hasilnya ada sejumlah besar persamaan persitiwa yang mencengangkan semua pihak.

Walaupun kedua perempuan itu mengetahui kisah tentang Operasi Jubilee di Dieppe dari banyak literatur saat itu, mereka tak akan mendapat detail penting seperti yang tercantum dalam arsip rahasia militer itu. Namun kenyataannya mereka memapar data detail yang hampir persis sama dengan arsip militer tersebut.

Hidup ini memang penuh misteri yang belum terkuak...





 


Sumber:
jadiberita

Komponen Komputer Bekas Ternyata Bisa Jadi Perhiasan Mahal

Posted by beye on Rabu, 03 April 2013 , under | komentar (0)




Siapa sangka, komponen komputer yang tak lagi terpakai ini ternyata bisa disulap jadi aksesoris super imut. Bagi Anda yang suka mix n' match penampilan, aksesoris merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam berbusana.
 

Dibuat dari electronic resistor, kondensor, LED, dan beberapa bagian dari papan sirkuit, Sachiko Ishida sengaja mengusung tema berbeda pada line fashionnya yang diberi nama Geek & Cute di bawah lisensi Sanomono brand.

Sachiko mendesain kalung, anting-anting, dan berbagai jenis perhiasan lainnya yang diberi sentuhan futuristik dengan menggunakan komponen elektronik dan komputer.

Untungnya, Anda tak perlu terbang ke Jepang untuk memesan perhiasan unik buatan Sachiko. Semua item tersebut dapat dibeli secara online dengan harga yang cukup terjangkau antara 2.100-15.750 yen (atau Rp 218.809-1,6 juta) di website resmi sanomono.thebase.in. 

Berikut adalah beberapa perhiasan unik hasil rancangan Sachiko.


 







Sumber:
merdeka

Related Posts with Thumbnails