Latest News

Pulau Kecil ini Ternyata Berisi 7 Gunung

Posted by beye on Jumat, 12 Juli 2013 , under | komentar (0)




Ada yang unik di  Kepulauan Aleutian. Selain jadi titik paling timur sekaligus paling barat di Amerika Serikat, pulau ini punya tujuh gunung, sesuai arti namanya, Semisopochnoi.

Bukan sembarangan jika pulau itu dinamai demikian. Semisopochnoi Island (Russian: Семисопочный artinya:  "memiliki tujuh gunung). Pulau ini memang memiliki tujuh gunung. Puncak gunung tersebut adalah Cerberus, Sugarloaf, Lakeshore Cone, Anvil, Pochnoi, Ragged Top, dan Three-quarter Cone.

oregonstate.edu

Wilayah tertinggi di pulau tersebut adalah Anvil yang memiliki tinggi 1.221 meter. Gunung Api Cerberus setinggi 774 meter dan wilayah vulkaniknya tumbuh dari dasar laut.

Aktivitas vulkanik yang paling terdokumentasikan adalah Cerberus. Erupsi besar gunung tersebut terjadi terakhir pada tahun 1873. Sementara itu, erupsi terakhir yang terjadi di pulau ini adalah erupsi Sugarloaf, tahun 1987.


Berjarak 2.050 kilometer dari wilayah Anchorage, Alaska, pulau ini tidak memiliki mamalia darat asli. Semisopochnoi sangat penting perannya sebagai tempat bersarang alami bagi burung-burung di wilayah Pasifik Utara.

Populasi burung di wilayah ini pernah terancam karena introduksi rubah arktik sejak abad ke-19 untuk dimanfaatkan bulunya. Pada tahun 1997, dua rubah arktik terakhir telah dipindahkan agar burung mendapat tempat lebih aman.


















sumber:
kompas.com

Inilah 10 Fakta Unik Sejarah Internet

Posted by beye on Rabu, 10 Juli 2013 , under | komentar (0)




Dunia internet sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari di jaman kini. Kita mungkin perlu tahu sejarah unik tentang internet itu sendiri. Kapan pertama kali istilah internet digunakan, apa yang paling banyak dicari saat orang berselancar di dunia maya, dan lain sebagainya. Langsung saja kita simak.


1. Gmail dari Garfield


Sebelum Gmail.com menjadi andalan Google, gmail.com adalah situs dari kartun kucing oranye pemalas yaitu Garfield. Dan singkat cerita Google terpaksa membeli situs gmail.com untuk dirubah menjadi penyedia jasa email nomor satu dari Google.


2. Youtube menyortir 100 tahun film
 
 
Google sangat perhatian terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual, karena itu tiap hari Google menscan tiap hari video-video yang telah diunggah ke situs Youtube, dan jika semua video tersebut disambungkan maka panjang video akan mencapai 100 tahun, dan itu di scan tiap hari oleh Google!


3. Webcam Pertama Tercipta Untuk Mengawasi Kopi
 
 
Tahun 1991 Cambridge University sukses menguji coba webcam, dan tugas mulia pertama kali adalah memantau mesin kopi, well para staff sering kali mendapati mesin kopi dalam keadaan kosong dan sang pencuri musti mendapat pelajaran.


4. Istilah "Internet" pertama
 
 
Istilah "internet" pertama kali muncul di booklet "Internet Transmission Control Program.


5. Sebelum 1992 Anda Tidak Boleh Jualan di Internet


Kongres Amerika baru menyetujui Scientific Advanced Technology Act di tahun 1992 yang memungkinkan orang-orang melakukan perdagangan di internet.


6. Efek buruk dari internet

 
 
Anda harus hati-hati karena selain informasi positif juga banyak informasi negatif seperti cara bunuh diri secara efisien.


7. Kencan Via Internet
 
 
Semakin banyak orang ketemuan via internet lalu menikah. Tapi tunggu dulu banyak juga negatifnya. Saran saya berhati-hatilah dengan "pasangan" anda di dunia maya.


8. Porn, Porn Everywhere
 

Hampir sepertiga dari pencarian di internet berhubungan dengan hal-hal yang porno.


9. Dan Konten Porno Hanya Sebagian Kecil Dari Konten Internet.
 
 
Walaupun banyak yang mencari konten porno, ternyata menurut Google hanya 1,1% artikel atau situs di internet yang terbukti berhubungan dengan hal porno.



10. Karya Steve Job Dibalik Penemuan Internet
 

Komputer pertama yang dipakai Tim Berner Lee untuk merancang internet adalah komputer NEXT, perusahaan yang dibuat oleh Steve Job setelah ditendang dari Apple.










Sumber:
anekainfounik

Belajar Tentang Makna Puasa dari Pohon Jati

Posted by beye on Selasa, 09 Juli 2013 , under | komentar (0)




Alkisah, ketika kuda masih jadi satu-satunya alat transportasi dan banyak orang masih berpergian ke tempat yang jauh dengan berjalan kaki, demikian pula yang dilakukan dua pengelana ini. Yang satu janggutnya panjang memutih dan pria satunya masih muda berbadan tegap. Mereka adalah guru dan murid yang melintasi hutan-hutan di pulau Jawa.

Ilustrasi pohon jati / lensaindonesia.com

Berbulan-bulan mereka berjalan melewati hutan dan perkebunan. Sampai suatu saat kembali berada di sebuah hutan jati. Cuaca sangat panas, rasa haus dan lapar lebih cepat terasa.

Sang murid melihat pohon-pohon jati yang meranggas kering. Pohon-pohon jati itu melepaskan dedaunannya. Daun-daun kecoklatan terbang dan terhempas ringan di atas tanah. Lantai hutan jati terlihat penuh dengan daun lebar kering berwarna coklat muda yang berserakan. 

Penuh rasa penasaran, sang murid bertanya pada gurunya, ”Guru, dua bulan lalu, kita pernah melintasi hutan jati di tempat lain. Waktu itu kita merasakan kesejukan dibawah naungan pepohonan jati dengan daun hijaunya yang segar dan bunga-bunganya yang sedang mekar. Kali ini, hampir tak ada daun yang melekat di ranting pepohonan ini. Apa jati ini harus menggugurkan daunnya setiap tahun guru?”

”Kemarau dengan panas yang terik dan air dari langit yang tertahan, mengharuskan jati melewati hari harinya dengan melepas dedaunannya. Begitulah jati menempa dirinya muridku,” jawab sang guru singkat.

”Bagaimana caranya jati bisa tumbuh dan berkembang tanpa daun. Bukankah daun sangat penting untuk menyerap matahari dan menguapkan air bagi tumbuhan. Mereka bisa mati kalau begitu terus, Guru?” sang murid mendesak gurunya menjelaskan.

Sang guru kemudian menjawab rasa penasaran muridnya, ”Itulah hikmah yang Tuhan berikan melalui pohon jati. Meski tanpa daun, pohon jati justru sedang menempa dirinya menjadi salah satu pohon terbaik di bumi ini. Dia takkan mati. Ia bahkan sedang ”berpuasa” untuk tidak berkembang secara kasat mata. Ia sedang menempa dirinya untuk sanggup bertahan dengan ujian kekurangan air dan panasnya cuaca. Ia melewati ujian itu sambil mengugurkan masalah yang ada di daun dan memperbaiki kulitas kayu di batangnya.”

”Menggugurkan masalah? Artinya daun-daun itu kalau terus ada dan bekerja di musim kemarau bisa mengganggu pertumbuhan pohon karena boros air. Nantinya bagian pohon lain seperti batang dan akar bisa terganggu ya, Guru?”

”Benar sekali muridku. Sama halnya dengan tubuh kita. Pada saatnya kita harus mengistirahatkan anggota badan kita seperti perut untuk mengurangi kerjanya. Itu sangat diperlukan agar bagian lain dari diri kita berfungsi lebih optimal. Misalnya, saat perut beristirahat mengolah makanan, bagian tubuh lain khususnya pikiran dan jiwa kita bisa lebih optimal bekerja. Bukankah perut kita adalah salah satu sumber munculnya penyakit," papar sang guru menjelaskan kearifan alam yang diamatinya.

 

Sambil melewati daun-daun kering yang jatuh, suara dedaunan itu berderak memecah kesunyian saat terinjak kasut dua pengelana ini.

Sesaat, sang guru berhenti dan menepuk punggung muruidnya, "Daun-daun ini bisa kita andaikan sebagai dosa-dosa kita. Saat kita mau berkorban untuk menahan diri dan bertahan dari ujian, Tuhan akan memberi kita karunia-Nya berupa bergugurannya dosa-dosa kita. Pada saat dosa-dosa itu berlepasan dalam diri kita, maka hidup ini jadi lebih tenang dan bahagia. Bahagia itulah kualitas tertinggi yang diraih manusia dan sekaligus karunia dari-Nya. Kamu ingin hidup bahagia kan muridku?"

”Eh iya guru, pasti. Makanya kita harus segera sampai di kampung agar tenang, gak kepanasan begini Guru”

”Kamu masih puasa, kan? Jangan kalah sama pohon Jati yang puasanya lebih panjang dari kita,” canda Sang Guru

”Hahaha...” Guru dan murid tertawa. Mereka mendapatkan kearifan hidup dari gugurnya dedaunan pohon Jati.











 






Kaizen, Inilah Penyebab Jepang Menjadi Negara Maju

Posted by beye on Senin, 08 Juli 2013 , under , | komentar (0)




Kemajuan negara Jepang yang begitu pesat menjadi inspirasi bangsa-bangsa lain. Mereka sempat hancur lebur setelah kalah perang oleh bom atom, sering diguncang bencana gempa dan tsunami, namun tetap kokoh. Apa filosofi dan motivasi mereka ?

Kaizen, itulah salah satu prinsip yang dipraktekkan bangsa Jepang dan terbukti membawa dampak yang sangat positif bagi kemajuan bangsa Matahari Terbit ini. Setelah Perang Dunia II, kaizen difokuskan untuk peningkatan mutu produktifitas dan manajemen perusahaan-perusahaan Jepang. Ini dapat kita lihat dari mutu produk-produk yang dihasilkan Jepang dan sistem manajemen perusahaan Jepang yang terkenal sangat efisien dan efektif. Kini sudah banyak buah manis yang dipetik bangsa Jepang berkat mempraktekan kaizen.


 



Istilah "Kaizen" dalam bahasa Jepang bermakna "perbaikan berkesinambungan" (suatu proses penyempurnaan terus menerus yang tiada henti.) Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.


Yang membedakan filosofi kaizen ini dengan improvement biasa adalah dalam PROSESnya.
Di dalam KAIZEN sendiri proses itu selalu terus menerus terjadi, setiap tahun, setiap bulan, setiap minggunya, bahkan setiap harinya. Dan proses itu tidak ada ujungnya karena perubahan adalah sesuatu yang permanen.

 


Rencanakan-Lakukan-Periksa-TindakLanjuti (Plan-Do-Check-Act)
Salah satu langkah awal penerapan kaizen adalah menjalankan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk menjamin terlaksananya kesinambungan kaizen. Siklus ini terdiri atas :

1. Rencana (plan)
Penetapan target untuk perbaikan dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut.

2.Lakukan (do)
Pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat.

3. Periksa (check)
Kegiatan pemeriksaan segala prosedur yang telah dijalankan guna memastikannya agar tetap berjalan sesuai rencana sekaligus memantau kemajuan yang telah ditempuh.

4. Tindak (act)
Menindaklanjuti ketiga langkah yang ditempuh sekaligus memutuskankan prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya.

 



Siklus ini berputar secara terus menerus dengan diselingi oleh siklus Standardize-Do-Check-Act (SDCA) di antaranya. Dalam langkah Standar (Standarize) pada siklus ini, segala prosedur baru yang telah diputuskan pada langkah Tindak dalam siklus PDCA sebelumnya disahkan menjadi pedoman yang wajib dipenuhi. SDCA fokus pada kegiatan pemeliharaan, sedangkan PDCA lebih mengacu pada perbaikan.


Jadi sebenarnya untuk meraih mutu kehidupan yang kita inginkan, harus terus-menerus memperbaiki diri sendiri. Jangan pernah berhenti pada satu titik saat seluruh dunia berubah. Jika kita berhenti memperbaiki diri pada satu tahapan, kita akan tertinggal oleh kemajuan. Ingat, roda jaman selalu berubah. Maka, terbukalah untuk sebuah perubahan ke arah lebih baik.







 










Related Posts with Thumbnails