Latest News

Fans Harry Potter Ancam Burung Hantu

Posted by beye on Sabtu, 06 November 2010 , under | komentar (0)



Fans Harry Potter Ancam Burung HantuNew Delhi -  Sebuah kelompok satwa liar di India mengatakan bahwa fans berat Harry Potter di negara itu secara serius telah mengancam populasi dari burung hantu India, sebagai tuntutan untuk menambah aksesori sihir seperti dalam cerita.

Hedwig, burung hantu salju berwarna putih milik Harry Potter merupakan utusan terpercaya di seluruh buku dan seri film Harry Potter.

Namun hal ini malah disalahgunakan oleh kelompok-kelompok hewan dan politisi untuk mendorong perdagangan burung hantu India, karena sebagai fans, mereka  melihatnya pada setiap aspek yang ada seperti pahlawan penyihir muda mereka.

Sebuah laporan yang dirilis minggu ini di New Delhi oleh kelompok satwa liar ,Traffic-India, telah menemukan bahwa 15 dari 30 spesies burung hantu asli negara itu habis terjual di pasar.

Mereka juga menyalahkan permintaan pada beberapa bagian burung hantu untuk ritual kuno yang mendorong perdagangan ilegal.

Salah satu praktek kuno itu dengan pencampuran tanah dan jumbai telinga burung hantu lalu digabung dengan biji dan susu, ini di pakai untuk menghipnotis, caranya dengan menyemprotkan jadi bubuk kering di kepala seseorang.

Penulis laporan, Abrar Ahmed, mengatakan bahwa penelitian itu dipicu ketika seorang teman memintanya untuk mendapatkan burung hantu untuk anaknya di pesta ulang tahun yang bertema Harry Potter.

"Meskipun Hedwig menghabiskan banyak waktunya dalam sangkar burung di kamar Harry, burung hantu nyata tidak membuat hewan peliharaan yang baik karena mereka perlu ruang untuk terbang dan berburu untuk makanan," kata Ahmed.

Selain Harry Potter, tampaknya ada daya tarik yang aneh termasuk di kalangan kelas menengah perkotaan yang memberikan anak-anak mereka piaraan burung hantu," kata Menteri Lingkungan Hidup India, Jairam Ramesh.

Praktisi Tradisional di India, memang dikenal secara lokal sebagai paranormal, yang memakai tulang burung hantu, bulu, cakar dan organ, serta darah burung dan air mata, untuk upacara ritual.(abi)

Kronologi Letusan Dahsyat Merapi, Jumat Dini Hari

Posted by beye on , under | komentar (0)





Bahaya Merapi rupanya masih mengintai warga sekitarnya. Tadi malam (04/11) sekitar pukul 22.40 WIB, getaran sangat kuat terasa dari arah gunung Merapi. Getaran ini membangunkan pengungsi di barak Purwobinangun, Pakem, Sleman. Karena kerasanya guncangan ini, kaca jendela dan daun pintu pun bergetar,

Dari arah lereng, terdengar gemuruh sangat keras. Diduga suara itu berasal dari guguran material vulkanik. Dari situ bisa dibilang kalau saat itu Merapi sedang meletus lagi.
Alhasil, Sebagian warga, terutama kaum laki-laki, di barak pengungsian berhamburan keluar saat terjadi hal itu.
Pukul 00.15 WIB dilaporkan dari Purwobinangun, sejumlah warga melihat kilatan-kilatan cahaya di puncak gunung yang berselimut awan tebal itu. Di berbagai titik, muncul kepanikan karena warga berebut kendaraan dan jalan ke lokasi di bawah yang lebih aman.
Peristiwa itu pun tak hanya menyebabkan hujan abu, namun juga disertai kerikil yang menimpa kawasan Kaliurang. Warga pun kabur dan menuju tempat yang lebih aman di GOR UII yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Merapi.
Menurut Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) letusan Merapi yang terjadi Kamis malam lebih besar kekuatannya karena sudah dipicu langsung dari kantung magma dalam.
“Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan melihat aktivitas seismik Merapi, pagi ini pukul 01.00 dini hari kita ubah radius aman tidak lagi di luar 15 kilometer tetapi diperluas menjadi di luar 20 kilometer,” kata Surono.
Letusan kali ini memang luar biasa, banyak korban yang jatuh akibat peristiwa ini. Hingga Jumat (04/11) pukul 08.18 WIB, sudah ada 35 jenazah korban sambaran awan panas Merapi tiba di Instalasi Kedokteran Forensik RSU dr Sardjito Yogyakarta. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena memang masih ada korban yang belum dievakuasi dan jumlah tersebut belum termasuk jumlah warga yang terkena luka bakar.
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepada warga masyarakat untuk mematuhi ketentuan jarak aman 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
“Patuhi ketentuan itu agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

sumber: antara

Temuan Arkeolog Malaysia Bisa Ubah Sejarah Indonesia

Posted by beye on , under | komentar (0)





Baru-baru ini, arkeolog di Malaysia dari tim peneliti Universiti Sains Malaysia (USM) menemukan sebuah peradaban baru. Menurut professor dari Universitas Oxford, penemuan ini bisa saja mengubah sejarah Asia Tenggara, termasuk sejarah Indonesia.

“Berdasarkan penemuan itu, kita harus mengulang sejarah, sebab selama 2000 tahun sejarah mengklaim dominasi Indonesia, kerajaan Sri WIjaya dan Majapahit. Juga untuk Thailand dan Vietnam, tapi dengan ini kini semuanya bisa saja berubah,” kata Profesor Stephen James Oppenheimer, seperti yang dilansir dari Bernama, Senin, (05/07) kemarin.
USM menemukan sebuah situs industri peralatan besi di Lembah Bujang, yang diyakini dibangun di era Kedah Tua. Ini menunjukkan bahwa peradaban Malaysia lebih tua dari pada yang diperkirakan sebelumnya.
Tak hanya peradaban maju yang dilengkapi industri peralatan besi, ukuran peradaban Lembah Bujang juga jauh lebih besar, meliputi 1.000 kilometer persegi, atau tiga kali ukuran Pulau Penang, Malaysia.
Menurut profesor Oppenheimer temuan ini tidak hanya penting bagi Malaysia, namun juga Asia Tenggara. Sebab hal ini menunjukkan bukti adanya struktur monumental dan peradaban maju yang meliputi eksploitasi bijih besi dari pegunungan lokal, juga peleburan besi.
Sementara itu, Dr. Mokhtar Saidin, Direktur Pusat Penelitian Arkeologi USM sendiri mengatakan laporan ilmiah temuan Lembah Bujang akan dipublikasikan dalam jurnal Internasioanl untuk mendapatkan pengakuan dari arkeolog Internasional.
sumber: bernama

Ya Ampun.... Mantan Dosen Unair jadi Pengamen...

Posted by beye on , under | komentar (0)









Sobat ManiaX...

Perputaran roda kehidupan memang sangat keras... salah satunya orang yang mengalaminya adalah Pak Sutari. Bapak Sutari ini adalah seorang pengamen yang buta dan membawa pendamping anak kecil untuk menuntunnya. Dan sobat... percaya atau tidak.. ternyata Bapak Sutari ini adalah mantan Dosen Unair (Universitas Airlangga)!

Informasi berharga ini gw dapet dari facebook yang kemudian ngarah ke halaman kaskus. Gw sangat berterima kasih pada sang pembuat thread ini fitrahhyde yang sudah membagikan informasi yang sangat berharga ini.

Lalu apa benar Pak Sutari ini seorang Dosen Unair?
Anda pasti kaget denger yang satu ini... Pak Sutari ini dulu pada tahun 50-an menjadi Dosen Sastra dan hingga kini masih menguasai 3 bahasa! Yaitu Inggris, Jerman dan Belanda bro!

Awal kejadian yang membuat Pak Sutari buta berasal dari kecelakaan yang dialaminya setelah 3 tahun bekerja menjadi Dosen di Unair. Akibatnya beliau berhenti bekerja dan kemudian menjadi seorang pengamen untuk menyambung hidupnya!

Sobat inilah beberapa cerita dari Pak Sutari :





Sobat....

Miris gw ngeliat dan denger cerita dari Pak Sutari ini....
Mohon dukungannya sobat dan silahkan datang ke thread ini untuk membantunya. Silahkan anda copy paste artikel ini jika memang ingin menyebarkan informasi ini, terima kasih.


sumber: 

Wauw.... ini dia beberapa konsep Mengagumkan Mobil Masa Depan!

Posted by beye on , under | komentar (0)




Wah sobat kebetulan banget saya nemuin sesuatu yang menarik dari Internet barusan, yaitu tentang konsep bentuk mobil masa depan. Ya, bentuk mobil masa depan tampaknya sudah mulai dipertimbangkan saat ini oleh beberapa Perusahaan besar pembuat mobil-mobil berkualitas di Dunia. Saya pribadi bisa bilang bentuk-bentuk mobil ini terbilang lucu tapi tampaknya juga efektif, penasaran? Cekidot ajah brow... sengihnampakgigi

Ini dia beberapa konsep bentuk mobil masa depan yang sama temukan di internet (mohon maap kalo keterangan dari mana berasalnya ga ada.. soalnya emang saya cuman nemuin gambar-gambarnya aja) :


Hohoho... bagus-bagus yak.. senyum

Makin Halus Abu Vulkanik, Makin Bahaya

Posted by beye on , under | komentar (0)



http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/11/05/98994_hujan-abu-vulkanik_300_225.jpg

Abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi yang menghujani kawasan Yogyakarta dan sekitarnya semakin menebal. Ini jelas menjadi ancaman serius bagi warga yang bermukim di sana.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), paparan abu vulkanik sangat membahayakan warga yang mengirupnya. Ancaman paling umum adalah gangguan pernapasan.

Berdasar paparan WHO saat terjadi letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia lalu, abu vulkanik gunung berapi umumnya terdiri dari partikel fragmen batuan halus, mineral, dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif dan tidak larut dalam air.

Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer. Yang paling berpotensi merusak tubuh adalah partikel abu terkecil yang mencapai kurang dari 1/100 milimeter. Ini berbahaya karena mudah menembus masker kain dan masuk ke paru-paru.

Seseorang dengan bronkhitis, emfisema dan asma disarankan mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanik bisa memperparah gangguan kesehatan.

WHO mengatakan, konsentrasi abu vulkanik setiap gunung berapi berbeda, tergantung kondisi alam seperti suhu udara dan angin. "Saran kami adalah mendengarkan insruksi kesehatan pejabat setempat," kata Dr Maria Neira, Direktur Department Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan WHO.

"Jika mengalami iritasi atau sakit di tenggorokan dan paru-paru, pilek, atau mata gatal, sebaiknya segera kembali rumah dan membatasi kegiatan di luar ruang," Neira menambahkan.

Selain partikel berbahaya, abu vulkanik juga berpotensi mengandung gas belerang dioksida dalam kadar rendah. Itulah mengapa ketika mulai mencium aroma belerang, sangat disarankan segera menjauh dari kawasan tersebut.(vivanews.com)
sumber :http://takunik.blogspot.com/2010/11/makin-halus-abu-vulkanik-makin-bahaya.html

Sejarah Tentang Penemuan Lambang Burung Garuda

Posted by beye on , under | komentar (0)



Garuda merupakan lambang Negara Indonesia, hampir semua orang tahu itu. Namun hanya sebagian orang saja yang mengetahui siapa penemunya dan bagaimana kisah hingga menjadi lambang kebanggaan negara ini.
Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.

Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin.

Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

source: http://halpalingunik.blogspot.com/2010/11/penemu-lambang-garuda.html

Kisah Seekor Kadal Yang Terjepit Selama 10 Tahun

Posted by beye on , under | komentar (0)



Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok.



Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun?

Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya …. astaga!!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

source: http://www.i-dus.com/2010/11/kisah-seekor-kadal-yang-terjepit-selama.html

Merapi "Ngamuk" Lagi, 12 Orang Tewas Kena Wedhus Gembel

Posted by beye on , under | komentar (0)



Rupanya letusan Gunung Merapi sejak dini hari yang sangat besar hingga membuat panik penduduk di sekitar Kaliurang, bahkan hingga ke kota Yogyakarta telah memakan korban jiwa meninggal. Wedus gembel makan korban lagi. Sebanyak tujuh orang tewas dan 50 orang mengalami luka bakar akibat awan panas yang menyapu Dusun Brunggang, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta ini pukul 03.00 WIB tadi.

Suasana panik menyelamatkan diri dari zona bahaya wedhus gembel

Suasana panik menyelamatkan diri dari zona bahaya wedhus gembel

Sementara laporan lain yg dikutip dari Tribunnews menyebutkan jumlah lain yaitu 12 orang tewas, tim evakuasi yang terdiri dari Kopassus TNI dan relawan saat menemukan 12 jenazah di Hargomulyo kecamatan Cangkringan langsung kabur karena hembusan awan panas datang tiba-tiba disertai suara gemuruh. Mereka tunggang langgang menjauh walau semula akan mengangkat jenazah yang sudah ditemukan di kampung tersebut.

Suasana panik menyelamatkan diri dari zona bahaya wedhus gembel

Suasana panik menyelamatkan diri dari zona bahaya wedhus gembel

Jadi jumlah korban yang meninggal dimungkinkan lebih karena belum terdata secara baik akibat masih berbahayanya wilayah yang bersangkutan  dari jangkauan awan panas yang sewaktu-waktu bisa turun

“Korban masih berdatangan, data sementara 50 luka bakar dan 7 orang tewas. Semua korban dari dusun Brunggan,” kata Kepala Humas RS Sardjito, Tresna Heru kepada VIVAnews.com yang dikutip ruanghati.com, Jakarta, Jumat 4 November 2010. Sejauh ini baru 30 nama yang identitasnya diketahui, sebagian lagi masih didata. Korban yang terdata kebanyakan dirawat akibat luka bakar 20-30 persen. Berikut nama-namanya:

1. Wawan, Depok
2. Sugirah, Cangkringan
3. Sudarjo, Cangkringan
4. Karyo Pawiro, Barak Kepuharjo
5. Indah Indrawati, Pakem
6. Indah Indrawati, Pakem
7. Sutini, Pakem
8. Nur Hayati, Sardono Harjo
8. Wanda Noviita Putri, Pakem
9. Subari, Cangkringan
10. Ade Surya, Cangkringan
11. Maximus, Ngaglik
12. Riska Ahadiyah, Cangkringan
13. Viga, Cangkringan
14. Paro Pawiro, Ngemplak
15. Sumpono, Kepuharjo
16. Niti Sutrisno, Pakem
17. Priska, Cangkringan
18. Endah, Cangkringan
19. Sumpana, Cangkringan
20. Rohmat, Cangkringan
21. Siti Lestari, Kepuharjo
22. Genduk Budi, Pakem
23. Saimin
24. Surip
25. Hendri
26. Mr X (12 tahun)
27. Mr X (55 tahun)
28. Mr X (3 tahun)
29. Mr X (3 tahun)
30. Mr X (3 tahun)

source: Vivanews dan Tribunnews dan www.ruanghati.com

VisLAB melakukan uji coba mobil tanpa pengemudi dari Itali ke Cina

Posted by beye on Jumat, 05 November 2010 , under | komentar (0)




Bukan pertama kali kami dengar bahwa suatu saat nanti sebuah mobil bisa berjalan tanpa pengemudi alias semuanya dijalankan dengan sistim komputer. Tetapi uji coba tentang mobil tanpa pengemudi yang dilakukan oleh VisLAB mungkin paling gila yang pernah kami dengar.

Mereka sedang melakukan uji coba sebuah teknologi yang membuat mobil bisa berjalan tanpa pengemudi dan tidak tanggung-tanggung, uji coba ini dilakukan dengan melakukan perjalanan dari Italia ke Cina yang butuh waktu 3 bulan serta akan menempuh jarak 13.000 km.

Mobil yang digunakan adalah mobil listrik dan akan dilengkapi dengan kamera dan laser untuk memantau keadaan sekeliling dan menghindari halangan yang ada di depannya.



Untuk tes ini sendiri, mereka menggunakan 2 buah mobil dimana mobil yang satu akan menjadi penuntun untuk mobil tanpa pengemudi ini dan untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan, mereka tetap menaruh seseorang di belakang kemudi untuk mengambil alih kemudi apabila ada hal-hal yang tidak terduga.
Percobaan ini sendiri ditujukan untuk mengetahui seberapa jauh sistim tanpa pengemudi ini bisa menangani semua masalah mulai dari menghindari pejalan kaki yang mendadak nongol dari belakang bis, cuaca yang dingin/ panas sampai bila disalip oleh mobil lain.

Ternyata Indonesia dijajah 3,5 abad hanya karena sebuah buku

Posted by beye on , under | komentar (1)



Tahukah kamu, bahwa karena sebuah bukulah maka bangsa Belanda bisa sampai di Nusantara dan melakukan penjajahan atas bumi yang kaya raya ini selama berabad-abad? Buku tersebut berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien, yang ditulis Jan Huygen van Linshoten di tahun 1595. Inilah kisahnya:




ini Bukunya

Sebagian gambar Kekayaan Alam Indonesia yang Diincar Penjajah


Jauh sebelum Eropa terbuka matanya mencari dunia baru, warga pribumi Nusantara hidup dalam kedamaian. Situasi ini berubah drastis saat orang-orang Eropa mulai berdatangan dengan dalih berdagang, namun membawa pasukan tempur lengkap dengan senjatanya.

Hal yang ironis, tokoh yang menggerakkan roda sejarah dunia masuk ke dalam kubangan darah adalah dua orang Paus yang berbeda. Pertama, Paus Urbanus II, yang mengobarkan perang salib untuk merebut Yerusalem dalam Konsili Clermont tahun 1096. Dan yang kedua, Paus Alexander VI.

Perang Salib tanpa disadari telah membuka mata orang Eropa tentang peradaban yang jauh lebih unggul ketimbang mereka. Eropa mengalami pencerahan akibat bersinggungan dengan orang-orang Islam dalam Perang Salib ini.

Merupakan fakta jika jauh sebelum Eropa berani melayari samudera, bangsa Arab telah dikenal dunia sebagai bangsa pedagang pemberani yang terbiasa melayari samudera luas hingga ke Nusantara.


Bahkan kapur barus yang merupakan salah satu zat utama dalam ritual pembalseman para Fir’aun di Mesir pada abad sebelum Masehi, didatangkan dari satu kampung kecil bernama Barus yang berada di pesisir barat Sumatera tengah.

Dari pertemuan peradaban inilah bangsa Eropa mengetahui jika ada satu wilayah di selatan bola dunia yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya, yang tidak terdapat di belahan dunia manapun.

Negeri itu penuh dengan karet, lada, dan rempah-rempah lainnya, selain itu Eropa juga mencium adanya emas dan batu permata yang tersimpan di perutnya.

Tanah tersebut iklimnya sangat bersahabat, dan alamnya sangat indah. Wilayah inilah yang sekarang kita kenal dengan nama Nusantara. Mendengar semua kekayaan ini Eropa sangat bernafsu untuk mencari semua hal yang selama ini belum pernah didapatkannya.

Paus Alexander VI pada tahun 1494 memberikan mandat resmi gereja kepada Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas. Dengan adanya perjanjian ini, Paus Alexander dengan seenaknya membelah dunia di luar daratan Eropa menjadi dua kapling untuk dianeksasi.

Garis demarkasi dalam perjanjian Tordesilas itu mengikuti lingkaran garis lintang dari Tanjung Pulau Verde, melampaui kedua kutub bumi. Ini memberikan Dunia Baru—kini disebut Benua Amerika—kepada Spanyol. Afrika serta India diserahkan kepada Portugis.

Paus menggeser garis demarkasinya ke arah timur sejauh 1.170 kilometer dari Tanjung Pulau Verde. Brazil pun jatuh ke tangan Portugis. Jalur perampokan bangsa Eropa ke arah timur jauh menuju kepulauan Nusantara pun terbagi dua. Spanyol berlayar ke Barat dan Portugis ke Timur, keduanya akhirnya bertemu di Maluku, di Laut Banda.

Sebelumnya, jika dua kekuatan yang tengah berlomba memperbanyak harta rampokan berjumpa tepat di satu titik maka mereka akan berkelahi, namun saat bertemu di Maluku, Portugis dan Sanyol mencoba untuk menahan diri.

Pada 5 September 1494, Spanyol dan Portugal membuat perjanjian Saragossa yang menetapkan garis anti-meridian atau garis sambungan pada setengah lingkaran yang melanjutkan garis 1.170 kilometer dari Tanjung Verde. Garis itu berada di timur dari kepulauan Maluku, di sekitar Guam.


rute perjalanan VOC ke Hindia Belanda (Indonesia)

Sejak itulah, Portugis dan Spanyol berhasil membawa banyak rempah-rempah dari pelayarannya. Seluruh Eropa mendengar hal tersebut dan mulai berlomba-lomba untuk juga mengirimkan armadanya ke wilayah yang baru di selatan.

Ketika Eropa mengirim ekspedisi laut untuk menemukan dunia baru, pengertian antara perdagangan, peperangan, dan penyebaran agama Kristen nyaris tidak ada bedanya. Misi imperialisme Eropa ini sampai sekarang kita kenal dengan sebutan “Tiga G”: Gold, Glory, dan Gospel. Seluruh penguasa, raja-raja, para pedagang, yang ada di Eropa membahas tentang negeri selatan yang sangat kaya raya ini.

Mereka berlomba-lomba mencapai Nusantara dari berbagai jalur. Sayang, saat itu belum ada sebuah peta perjalanan laut yang secara utuh dan detil memuat jalur perjalanan dari Eropa ke wilayah tersebut yang disebut Eropa sebagai Hindia Timur. Peta bangsa-bangsa Eropa baru mencapai daratan India, sedangkan daerah di sebelah timurnya masih gelap.

Dibandingkan Spanyol, Portugis lebih unggul dalam banyak hal. Pelaut-pelaut Portugis yang merupakan tokoh-tokoh pelarian Templar (dan mendirikan Knight of Christ), dengan ketat berupaya merahasiakan peta-peta terbaru mereka yang berisi jalur-jalur laut menuju Asia Tenggara.

Peta-peta tersebut saat itu merupakan benda yang paling diburu oleh banyak raja dan saudagar Eropa. Namun ibarat pepatah,“Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, maka demikian pula dengan peta rahasia yang dipegang pelaut-pelaut Portugis.

Sejumlah orang Belanda yang telah bekerja lama pada pelaut-pelaut Portugis mengetahui hal ini. Salah satu dari mereka bernama Jan Huygen van Linschoten. Pada tahun 1595 dia menerbitkan buku berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien, Pedoman Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis, yang memuat berbagai peta dan deksripsi amat rinci mengenai jalur pelayaran yang dilakukan Portugis ke Hindia Timur, lengkap dengan segala permasalahannya.

Buku itu laku keras di Eropa, namun tentu saja hal ini tidak disukai Portugis. Bangsa ini menyimpan dendam pada orang-orang Belanda. Berkat van Linschoten inilah, Belanda akhirnya mengetahui banyak persoalan yang dihadapi Portugis di wilayah baru tersebut dan juga rahasia-rahasia kapal serta jalur pelayarannya.

Para pengusaha dan penguasa Belanda membangun dan menyempurnakan armada kapal-kapal lautnya dengan segera, agar mereka juga bisa menjarah dunia selatan yang kaya raya, dan tidak kalah dengan kerajaan-kerajaan Eropa lainnya.

Pada tahun 1595 Belanda mengirim satu ekspedisi pertama menuju Nusantara yang disebutnya Hindia Timur. Ekspedisi ini terdiri dari empat buah kapal dengan 249 awak dipimpin Cornelis de Houtman, seorang Belanda yang telah lama bekerja pada Portugis di Lisbon.

Lebih kurang satu tahun kemudian, Juni 1596, de Houtman mendarat di pelabuhan Banten yang merupakan pelabuhan utama perdagangan lada di Jawa, lalu menyusur pantai utaranya, singgah di Sedayu, Madura, dan lainnya. Kepemimpinan de Houtman sangat buruk.

Dia berlaku sombong dan besikap semaunya pada orang-orang pribumi dan juga terhadap sesama pedagang Eropa. Sejumlah konflik menyebabkan dia harus kehilangan satu perahu dan banyak awaknya, sehingga ketika mendarat di Belanda pada tahun 1597, dia hanya menyisakan tiga kapal dan 89 awak. Walau demikian, tiga kapal tersebut penuh berisi rempah-rempah dan benda berharga lainnya.

Orang-orang Belanda berpikiran, jika seorang de Houtman yang tidak cakap memimpin saja bisa mendapat sebanyak itu, apalagi jika dipimpin oleh orang dan armada yang jauh lebih unggul.

Kedatangan kembali tim de Houtman menimbulkan semangat yang menyala-nyala di banyak pedagang Belanda untuk mengikut jejaknya. Jejak Houtman diikuti oleh puluhan bahkan ratusan saudagar Belanda yang mengirimkan armada mereka ke Hindia Timur.

Dalam tempo beberapa tahun saja, Belanda telah menjajah Hindia Timur dan hal itu berlangsung lama hingga baru merdeka pada tahun 1945.

Sumber= Kaskus.us

Related Posts with Thumbnails