Latest News

Sejarah Singkat Konflik antara Palestina dan Israel

Kamis, 10 Juli 2014 , Posted by beye at 14.44


Selama berabad-abad yang lampau tidak ada konflik tersebut. Hingga abad ke-19 tanah Palestina dihuni oleh populasi dengan ragam budaya - sekitar 86 persen Muslim, 10 persen Kristen, dan 4 persen Yahudi - hidup dalam damai. Berikut ini adalah sejarah singkat konflik antara Palestina dan Israel agar kita lebih memahami dan peduli dengan apa yang terjadi, tidak hanya ber-koar-koar mencaci-maki Yahudi.




Warga Palestina semakin kehilangan wilayah sejak 1947 hingga sekarang.

Zionisme (Awal 1900-an)


Palestine 1946.
Sumber: palestineremembered.com
Pada akhir 1800-an sebuah kelompok di Eropa memutuskan untuk menjajah negeri ini. Mereka dikenal sebagai Zionis (Ibrani: ציונות‎, Tsiyonut), mereka merupakan minoritas ekstremis dari populasi Yahudi. Tujuan mereka adalah untuk menciptakan sebuah Tanah Air Israil, yaitu sebuah Tanah Yang Dijanjikan dalam kitab Taurat mereka.

Mereka menganggap bahwa tanah yang dijanjikan itu ada di Gunung Zion, atau bukit Sion (dari Bahasa Ibrani: ציון, Tziyyon, Bahasa Arab: صهيون "Ṣahyūn") yaitu bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Semula kelompok Zionis ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di Afrika kemudian berubah di tanah Palestina yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.

Pada awalnya imigrasi ini sama sekali tidak bermasalah. Namun, dengan semakin banyaknya Zionis yang berimigrasi ke Palestina - banyak pula ungkapan keinginan mengambil alih wilayah untuk dijadikan negara Yahudi - penduduk pribumi pun menjadi semakin khawatir. Akhirnya, pertempuran pecah, dengan meningkatnya gelombang kekerasan. Naiknya Hitler ke tampuk kekuasaan, berkombinasi dengan kegiatan Zionis untuk menyabot upaya untuk menempatkan pengungsi Yahudi di negara-negara barat, menyebabkan meningkatnya imigrasi Yahudi ke Palestina, dan konflik pun semakin berkembang.





Mohammad Amin al-Husayni (Arab: محمد أمين الحسيني), mufti besar Yerussalem 1921 - 1948, bertemu dengan Adolf Hitler pada Desember 1491. Sumber: wikipedia.org.

Rencana Pembagian Wilayah Palestina oleh PBB (1947) Akhirnya, pada tahun 1947 PBB memutuskan untuk campur tangan. Namun, bukan berpegang pada prinsip "penentuan nasib sendiri bangsa," di mana rakyat sendiri menciptakan negara mereka sendiri dan sistem pemerintahan, PBB memilih untuk kembali ke strategi abad pertengahan dimana kekuatan luar membagi atas tanah orang lain.

Di bawah tekanan Zionis, PBB merekomendasikan 55% wilayah Palestina dibagikan kepada negara Israel. Padahal bangsa Yahudi hanya mewakili sekitar 30% dari total populasi, dan memiliki tanah di bawah 7%.




Sumber: passia.org

Perang 1947 - 1949 Saat itu secara luas dilaporkan bahwa perang dilakukan oleh lima tentara Arab, namun yang kurang diketahui adalah kenyataan bahwa seluruh pasukan perang Zionis mengalahkan jumlah gabungan pejuang Arab dan Palestina - seringkali dengan jumlah dua hingga tiga kali lipat lebih banyak. Selain itu, tentara Arab tidak menyerang Israel - hampir semua adalah pertempuran mempertahankan tanah yang telah menjadi negara Palestina.

Akhirnya, adalah penting untuk dicatat bahwa pasukan Arab memasuki konflik hanya setelah pasukan Zionis melakukan 16 pembantaian, termasuk pembantaian mengerikan terhadap lebih dari 100 laki-laki, perempuan, dan anak-anak di desa Deir Yassin. Perdana Menteri Israel berikutnya - Menachem Begin, kepala salah satu kelompok teroris Yahudi, menggambarkan pembantaian ini sebagai "sesuatu yang indah," dan menyatakan: "Sebagaimana di Deir Yassin, juga dimanapun, kami akan menyerang dan menghantam musuh. Tuhan, Tuhan, Engkau telah memilih kami untuk melakukan penaklukan." Pasukan Zionis melakukan 33 pembantaian sekaligus.

Pada akhir perang, Israel telah menaklukkan 78 persen wilayah Palestina, tiga-perempat juta warga Palestina dibuat mengungsi, lebih dari 500 kota dan desa telah dilenyapkan, dan peta baru disusun, di mana setiap kota, sungai dan bukit diberi nama baru, nama Ibrani, hingga semua sisa-sisa budaya Palestina dihapus. Selama beberapa dekade Israel menyangkal keberadaan orang Palestina, mantan Perdana Menteri Israel Golda Meir suatu ketika mengatakan, "Tidak ada itu yang namanya Palestina."


Perang 1967 dan Diserangnya Kapal USS Liberty Pada tahun 1967, Israel masih berusaha menaklukkan wilayah yang lebih luas. Setelah Perang Enam Hari dimana pasukan Israel meluncurkan serangan kejutan yang sangat sukses di Mesir, Israel menduduki 22% jatah terakhir Palestina yang telah lolos dalam 1948 yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza. Menurut hukum internasional memperoleh wilayah dengan perang tidak dapat dibenarkan. Wilayah tersebut telah diduduki dan bukan milik Israel. Wilayah itu merupakan bagian wilayah yang diduduki Mesir (sejak dikembalikan) dan Suriah (yang tetap berada di bawah pendudukan).

Selama Perang Enam Hari tersebut, Israel juga menyerang sebuah kapal Angkatan Laut AS, USS Liberty, membunuh dan melukai lebih dari 200 prajurit Amerika Serikat. Presiden Lyndon Johnson menarik kembali penerbangan penyelamatan, mengatakan bahwa dia tidak ingin "mempermalukan sekutu."

Pada tahun 2004 sebuah komisi tingkat tinggi yang diketuai oleh Laksamana Thomas Moorer, mantan Ketua Gabungan Kepala Staf, menemukan bahwa serangan ini merupakan "tindakan perang terhadap Amerika Serikat." Namun hanya sedikit media yang memberitakannya.




Kapal USS Liberty yang rusak (9 Juni 1967) diserang Israel. Sumber: wikipedia.org


Konflik Saat Ini Ada dua isu utama inti dari terus berlanjutnya konflik ini. Pertama, ada efek destabilisasi yang tidak bisa dihindari untuk mempertahankan keberadaan sebuah negara suatu etnis, terutama ketika sebagian besar bukan penduduk asli. Populasi yang sekarang disebut Israel awalnya 96 persen Muslim dan Kristen, namun, para pengungsi dilarang kembali ke rumah mereka di negara yang diakui sepihak sebagai negara Yahudi (dan orang-orang di Israel yang mengalami diskriminasi sistematis)..

Kedua, pendudukan militer Israel dan penyitaan tanah pribadi di Tepi Barat, dan kontrol atas Gaza, sangat menindas, menyebabkan Palestina memiliki kendali minimal atas kehidupan mereka. Lebih dari 10.000 orang Palestina, wanita, dan anak-anak ditahan di penjara-penjara Israel. Jarang dari mereka melalui pengadilan yang sah, dan lebih sering mendapatkan penyiksaan serta pelecehan fisik. Perbatasan Palestina (yang bahkan di bagian dalam) yang dikendalikan oleh pasukan Israel. Secara berkala pria, wanita, dan anak-anak dicari dan dilucuti. Laki-laki dipukuli, tenaga kerja perempuan dicegah mencapai rumah sakit (seringkali berujung kematian), makanan dan obat-obatan diblokir memasuki Jalur Gaza, ini semua semakin meningkatkan krisis kemanusiaan. Pasukan Israel hampir setiap hari menyerang, melukai, menculik, dan kadang-kadang membunuh penduduk.

Menurut perjanjian perdamaian Oslo tahun 1993, wilayah ini seharusnya menjadi sebuah negara Palestina yang final. Namun, setelah bertahun-tahun Israel terus menyita tanah dan kondisi terus memburuk, penduduk Palestina memberontak.


Keterlibatan Amerika Serikat Berkat lobi khusus tingkat tinggi, pembayar pajak AS memberikan Israel rata-rata $ 8 juta per hari, dan sejak itu AS telah memberikan dana ke Israel melebihi kepada negara manapun. Semakin banyaknya orang Amerika belajar tentang bagaimana Israel menggunakan uang pajak mereka, banyak yang menyerukan untuk mengakhiri pengeluaran ini.






Gerakan protes di AS dengan poster bertuliskan: "Saya seorang Yahudi dan saya ingin Israel berhenti membunuh orang-orang Palestina." Diambil dari timeline Facebook milik Luis Salas.
Saya, dan mungkin juga anda, selalu bersedih, bahkan menitikkan air mata ketika menyaksikan penindasan Israel terhadap rakyat Palestina. Bahkan hati saya berdebar, marah, saat menuliskan artikel ini. Mungkin akibatnya, muncullah perasaan benci terhadap kaum Yahudi, sebutan untuk etnis dan penganut agama bangsa Israel. Padahal banyak dari kaum Yahudi, baik di dalam maupun di luar Israel, juga membenci penindasan Israel terhadap Palestina. Tidak adil rasanya jika kita menyamaratakan semua orang Yahudi.

Tulisan ini sendiri lebih banyak diterjemahkan dari situs web ifamericansknew.org yang dibuat oleh LSM Amerika Serikat. Beberapa catatan saya ambil dari en.wikipedia.org.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar disini...

Related Posts with Thumbnails